Amerika Kirim Bantuan ke India Senilai Rp1,4 Triliun dan Tambahan Dana Rp 50,75 Miliar ke Indonesia

Amerika juga memberikan bantuan tambahan dana sebesar USD 3,5 juta (Rp 50,75 miliar) kepada Indonesia untuk meningkatkan upaya vaksinasi COVID-19.

Editor: AbdiTumanggor
VIA KOMPAS.COM
India Dihantam Gelombang Kedua Covid-19 

Gedung Putih berharap bahwa setidaknya beberapa Republikan akan tunduk pada keinginan rakyat.

Jajak pendapat menunjukkan sebagian besar orang Amerika mendukung peningkatan investasi di sekolah, pendidikan, dan infrastruktur, dan mengenakan pajak lebih banyak kepada orang kaya.

"Malam ini, saya datang untuk berbicara tentang krisis dan peluang. Tentang membangun kembali bangsa kita - dan merevitalisasi demokrasi kita. Dan memenangkan masa depan Amerika," tambah Biden dalam Pidatonya.

Namun, Partai Republik mengatakan sebagian besar pengeluaran hanya untuk memuaskan basis liberal Biden dan bahwa rencana presiden mengarah pada sosialisme.

Rencana Keluarga Amerika dan infrastruktur serta rencana pekerjaan yang diperkenalkan Gedung Putih awal bulan ini dapat mewakili transformasi ekonomi pemerintah yang paling signifikan dalam beberapa dekade.

Untuk membayar rencananya, Biden telah mengusulkan perombakan sistem pajak AS, termasuk menaikkan tarif pajak marjinal teratas untuk orang Amerika terkaya menjadi 39,6% dari 37% saat ini.

Biden telah mengusulkan hampir dua kali lipat pajak atas pendapatan investasi - yang dikenal sebagai capital gain - bagi orang Amerika yang berpenghasilan lebih dari US$ 1 juta.

Rencana infrastruktur senilai US$ 2 triliun lebih ini didanai oleh kenaikan pajak perusahaan. Berita proposal pajak capital gain menyebabkan pasar saham turun sebentar pekan lalu.

Senator dari Partai Republik, Tim Scott, dalam bantahannya atas pidato Biden mengatakan bahwa proposal tersebut akan merugikan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

"Masa depan terbaik kami tidak akan datang dari skema Washington atau impian sosialis," kata Scott, satu-satunya Senat Hitam dari Partai Republik.  "Itu akan datang dari Anda - rakyat Amerika," kata Scott.

Kremasi massal jenazah penderita Covid-19 di India
Kremasi massal jenazah penderita Covid-19 di India (Ap)

Kirim bantuan USD 100 juta ke India

Terkait situasi di India saat ini yang begitu mengkhawatirkan, selain Inggris, AS juga mulai mengirim bantuan yang dibutuhkan India untuk bertahan dari gelombang kedua pandemi COVID-19.

Dikutip dari Reuters, administrasi Presiden Joe Biden mengirimkan bantuan senilai US$ 100 juta (Rp1,4 triliun).

Pemerintah Amerika mengirimkan 1000 tabung oksigen, 15 juta masker N95, 1 juta alat rapid test, serta bahan baku produksi vaksin COVID-19.

"Seperti bagaimana India dulu membantu kami saat kelimpungan menghadapi pandemi COVID-19, kami sungguh-sungguh ingin menolong India di momen-momen seperti sekarang," ujar pernyataan pers Gedung Putih, dikutip dari Reuters, Kamis, 29 April 2021.

Sumber: Kontan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved