Penangkapan Munarman

Untuk Menangkap Seorang Munarman, Polisi Kerahkan 60 Personel Lalu Geledah Bekas Markas FPI

Munarman, mantan Sekretaris FPI ditangkap dalam kaitan dugaan kasus terorisme jaringan ISIS

Editor: Array A Argus
ISTIMEWA
Potret mantan sekretaris FPI Munarman Ditangkap Densus 88 Anti-teror Mabes Polri 

TRIBUN-MEDAN.com,JAKARTA--Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi membenarkan ihaknya bersama Densus 88 menangkap mantan Sekretaris FPI Munarman.

Penangkapan Munarman sekaitan dengan dugaan keterlibatan dalam kasus terorisme jaringan ISIS.

Berdasarkan keterangan Hengki, untuk menangkap seorang Munarman, pihaknya mengerahkan 60 personel. 

Baca juga: Momen Pentolan Eks FPI Munarman saat Ditangkap Terkait Dugaan ISIS: Ini Tidak Sesuai Hukum

"Kami turunkan 60 personel TNI Polri, 30 dari Mabes Polri dan 30 dari TNI backup laksanakan tugas densus yang masih lakukan penggeledahan," kata Hengki, Selasa (7/4/2021).

Setelah menangkap Munarman di kediamannya di Perumahan Modernhills, Pamulang, Tangerang Selatan, polisi bergerak ke Petamburan III.

Di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, polisi menggeledah eks markas FPI. 

Baca juga: TERKUAK, Perakit Bom Simpatisan FPI Minta Ilmu Kebal pada Pria Ini, Berikut Fakta-faktanya

Pantauan Tribunnews di lokasi sekira pukul 18.52 WIB, Jalan Petamburan III yang menjadi lokasi persis markas FPI saat itu, kini dijaga ketat oleh aparat keamanan gabungan dari TNI-Polri.

Terpantau ada satu rumah yang didominasi cat warna putih yang saat ini sedang diperiksa oleh tim Gegana.

Tak hanya itu, bangunan yang diduga bekas markas FPI itu juga sudah terpasang garis polisi sejak sore tadi.

Informasi terakhir, Munarman diduga telah menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme.

Baca juga: AKHIRNYA Pengacara Habib Rizieq Angkat Bicara, Terduga Teroris HH Sudah Dikeluarkan dari FPI

Sebelumnya, Munarman erat disebut-sebut terlibat pembaiatan kader ISIS di Makssar tahun 2015 silam.

Namun Munarman ngotot membantah tudingan itu.

Munarman bahkan sempat mendebat Najwa Shihab ketika dirinya hadir dalam program Narasi.

Saat itu, Munarman mengaku cuma menghadiri seminar.

Ketika berada di lokasi, Munarman mengaku baru tahu di sana ada pembaiatan terkait dugaan jaringan ISIS.(tribun-medan.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved