Tingkat Membaca di Sumatera Utara Masuk Kategori Mengkhawatirkan Sehingga Rentan Terpapar Hoaks
Minat baca masyarakat di Sumatera Utara ini masih tergolong minim sehingga rentan terpapar hoaks
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Minat dan tingkat baca masyarakat di Sumatera Utara masih terbilang sangat minim.
Sehingga, masyarakat kita sangat mudah dan rentan terpapar informasi bohong atau hoaks.
"Dapat dilihat di Kota Medan seringnya terperdaya kasus hoaks menunjukkan literasi itu rendah, membaca namun tidak memahami bacaan," kata Ketua Medan Membaca Peranita Sagala, Selasa (27/4/2021).
Ia mengatakan, berangkat dari minimnya minat baca dan literasi masyarakat, Peranita bersama rekan-rekannya pun mulai membentuk komunitas di tahun 2010.
Baca juga: Komunitas C4 Bagikan Takjil Dan Nasi Bungkus Gratis Untuk Mengambil Hikmah Bulan Suci Ramadan
Pada saat itu, Peranita dan teman-temannya bertemu lewat kegiatan kopi darat goodreads.com.
Kegiatan ini, kata Peranita, awalnya cuma sebatas meriview buku-buku baru yang muncul di pasaran.
Lama kelamaan, pertemuan Peranita dan teman-temannya semakin intens.
Baca juga: Berawal dari Pelecehan yang Dialaminya, Lusty Ro Malau Bentuk Komunitas Perempuan Hari Ini
"Tapi di tahun 2011, goodreads.com dijual ke Amazon. Sehingga goodreads Medan mengubah nama menjadi Medan Membaca," kata Peranita.
Pada 2019, Medan Membaca mendaftarkan diri ke Kemenkumham sebagai komunitas yang resmi.
"Jadi usia nya sejak ketemu 2010, tapi kalau dari terdaftar di Akte 2019. Oleh karena itu, Medan Membaca terdaftar didirikan pada 18 Januari 2019," katanya.
Baca juga: SANDIAGA UNO di Adang Komunitas Landrover Berbadan Tegap di Caldera, Ini yang Selanjutnya Terjadi
Mengusung niat untuk mencerdaskan masyarakat di Sumatera Utara, Medan Membaca kerap mengadakan kegiatan buka lapak buku.
Misalnya saja di Lapangan Merdeka Medan.
Di sana, Medan Membaca menyajikan buku-buku tentang beragam keilmuan dan informasi yang bisa dibaca semua kalangan.
Baca juga: FAJI Sumut dan Komunitas Peduli Pelestarian Lingkungan Gelar Aksi Bersih Sungai Babura
Tidak hanya konsern pada kegiatan membaca saja, Medan Membaca juga fokus terhadap isu-isu korupsi.
Maka dari itu, komunitas ini kemudian membentuk Divisi Literasi Antikorupsi.
"Untuk divisi ini ada kegiatannya sendiri setiap minggu pagi." kata Peranita.
Nantinya, sambung Peranita, Medan Membaca juga akan fokus pada literasi finansial.
"Sehingga kita usahakan bisa di semua bidang," pungkasnya.(cr9/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/medan-membaca.jpg)