News Video
SUASANA MENCEKAM Saat Prajurit TNI AL Geruduk Markas Polisi Cari Oknum Penghujat Awak KRI Nanggala
Suasana di Polsek Kalasan Jogjakarta saat puluhan prajurit TNI AL menggeruduk markas polisi untuk mencari Aipda Fajar Indriawan
TRIBUN-MEDAN.COM - Suasana di Polsek Kalasan Jogjakarta tiba-tiba mencekam saat puluhan prajurit TNI AL menggeruduk markas polisi untuk mencari oknum polisi Aipda Fajar Indriawan.
Video diunggah akun instagram @infokomando pada Senin (26/4/2021).
Puluhan prajurit TNI ini menuntut klarifikasi dari Aipda Fajar Indriawan karena menghujat awak kapal KRI Nanggala 402 di media sosial.
"Selamat malam. Kita beserta rekan-rekan senior, yunior Lanal Yogyakarta bergabung di Polsek Kalasan terkait posting-an di Facebook yang mencoreng saudara-saudara kita yang sudah mendahului. Semoga saudara-saudara kita tenang bersama Allah SWT," kata prajurit yang merekam video tersebut.
Tonton videonya:
Atas kejadian itu, Propam Polda DIY langsung bergerak cepat menanggapi video viral oknum polisi dicari TNI Angkatan Laut karena berkomentar negatif di media sosial tentang wafatnya Kru KRI Nanggala-402.
Tak butuh waktu lama, tim gabungan Polda DIY dan Bareskrim Polri langsung menangkap Aipda FI untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Penangkapan terhadap Aipda FI yang merupakan anggota Polsek Kalasan itu dilakukan pada Minggu (25/4/2021).
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto memastikan bakal memproses pidana anggotanya yang melakukan pelanggaran itu.
Hingga saat ini, kata Komjen Agus, pelaku Aipda FI tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Proses pidana sedang dijalankan," kata Agus saat dikonfirmasi pada Senin (26/4/2021), seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Selain itu, Komjen Agus Andrianto juga memastikan bakal menjatuhi Aipda FI dengan sanksi Kode Etik dan Profesi Polri (KEPP).
"Nanti juga bakal dilanjutkan dengan kode etiknya," ujar Komjen Agus.
Sementara itu, Wakapolda DIY Brigjen Slamet Santoso mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan fisik dan kejiwaan pelaku.
Pasalnya, Slamet menduga oknum polisi itu sedang mengalami depresi.