News Video
Residivis Kasus Narkoba Serang Kepala Desa Rantau Panjang dan Ancam Mau Dibunuh
Seorang Residivis kasus narkoba mencoba melakukan penyerangan terhadap Kepala Desa Rantau Panjang, Muhammad Yusni pada Rabu (21/4/2021).
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: M.Andimaz Kahfi
Residivis Kasus Narkoba Serang Kepala Desa Rantau Panjang dan Ancam Mau Dibunuh
TRIBUN-MEDAN.COM, PANTAILABU - Seorang Residivis kasus narkoba mencoba melakukan penyerangan terhadap Kepala Desa Rantau Panjang, Muhammad Yusni pada Rabu (21/4/2021) sekitar pukul 11.30 WIB.
Penyerangan ini terjadi karena, pelaku diduga merasa kesal terhadap kepala desa yang berusaha membersihkan desa tersebut dari peredaran narkoba.
"Kejadian pas pukul 11.30 WIB, Rabu (21/4/2021) di Dusun III, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu. Kebetulan kami lagi survei lokasi bantuan MCK dari Perkim, pulang dari survei langsung di serang," kata Yusni saat ditemui wartawan www.tribun-medan.com di Lubuk Pakam, Selasa (27/4/2021).
Lanjut Yusni, pelaku ini merupakan seorang bandar narkoba sekaligus residivis yang baru keluar dari penjara sekitar dua tahun yang lalu.
"Jadi serangan itu spontanitas dengan alat sajam seperti sundak pari yang tingkat resikonya cukup tinggi," ucap Yusni.
Penyerangan ini diduga Yusni, pelaku merasa kesal karena beberapa kali terjadi penggrebekan narkoba di Desa Rantau Panjang, yang merupakan desa tempat pelaku bertempat tinggal.
"Dari bahasa dia yang keluar, dari zaman dulu tidak ada penangkapan-penangkapan, tapi di zaman kau ini penangkapan selalu ada. Ku bunuh nanti kau, ku tikam kau, kek gitu lah bahasanya," ujar Yusni.
"Mungkin di situ dia enggak senang. Dia memang salahsatu bandar di Desa Rantau Panjang, dan memang target dari Polresta Deliserdang maupun BNN Deliserdang," sambungnya.
Sementara itu, pada tahun 2019 Desa Rantau Panjang dicanangkan desa Bersinar (Bersih Narkoba) oleh Pangdam I/Bukit Narisan.
Sedangkan tahun ini Desa Rantau Panjang pilot projek dari provinsi untuk desa bersinar yang akan di ikut sertakan ke tingkat Nasional.
Alhasil atas penyerangan ini, Yusni menuturkan, ia sempat melawan untuk mengelak agar tidak menimbulkan masalah yang lebih fatal lagi.
"Bubarnya ketika masyarakat sudah mulai ramai berdatangan, dan pelaku lari. Tidak ada luka, sudah buat laporan ke Unit Reskrim Polresta Deliserdang. Laporan sudah masuk, masih dalam proses," ucap Muhammad Yusni.
(cr23/tribun-medan.com)