News Video
Suasana Duka di Rumah Kakak Kandung Korban Kapal Nanggala 402 Serda Lis Hendro Purwoto di Mabar
Suasana duka menyelimuti rumah duka almarhum Serda Lis Hendro Purwoto, salah satu korban hilangnya Kapal Selam Nanggala 402 di perairan Utara Bali.
Penulis: Dedy Kurniawan |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Suasana duka menyelimuti rumah duka almarhum Serda Lis Hendro Purwoto, salah satu korban hilangnya Kapal Selam Nanggala 402 di perairan Utara Bali.
Teratak seadanya sudah dipasang di depan rumah sederhana, di Jalan Manggaan IV, Lingkungan 14, Lorong Rahayu 4,Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Senin (26/4/2021).
Saat ini pihak keluarga almarhum belum menerima kepastian, dan menunggu keberadaan korban Nanggala.
Pihak pemerintah sudah berkoordinasi dengan istri korban di Surabaya.
"Sekarang kami belum tahu kepastiannya. Kami berharap kalau memang sudah tiada jenazahnya dapat ditemukan supaya bisa disalatkan dan disalatkan," kata Ririn Purwanti (42) kakak kandung korban.
Kata Ririn, sebelum kejadian hilangnya kapal selam Nanggala 402 buatan Jerman ini sempat melakukan kontak panggilan video.
Saat itu korban berencana hendak pulang kampung ke Mabar pada Lebaran.
"Terakhir adek kami menelepon video call mau pulang bawa keluarganya, karena sudah 17 tahun gak pulang sejak pendidikan 2004 dan menikah. Katanya dia mau minta masaki lontong Medan sama sambal teri jos. Itu lah Terkahir kali," kata Ririn berkaca-kaca.
Ririn juga mengungkapkan sempat bermimpi misterius sebelum mendapat kabar kapal selam Nanggala 402 dikabarkan hilang.
Selama dua hari dia bermimpi tentang perjalanan malam tidak berujung.
"Sebelum kejadian memang Saya ada mimpi selama dua hari, tiap malam itu dalam mimpi saya berjalan di malam gelap dan sepi, tapi tidak ada ujung jalannya kemana, ramai dalam mimpi itu. Rasanya dekat daerah rumah, tapi macam hutan gitu," ungkapnya.
Nanggala 402 dan para awaknya kini berada dalam eternal patrol atau dalam patroli abadi. Istilah ini menggambarkan kondisi suatu kapal yang tidak kembali lagi dari kedalaman yang paling dalam.
Berdasarkan keterangan Panglima TNI, Mersekal Hadi Tjahjanto, dari bukti-bukti otentik yang diperoleh pihaknya, dapat dinyatakan bahwa semua awak kapal KRI Nanggala-402 telah gugur.
Bukti-bukti otentik tersebut diperoleh dari citra yang telah dikonfirmasi sebagai bagian KRI Nanggala 402, meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, kemudi selam timbul, bagian kapal yang lain termasuk baju keselamatan awak kapal NK-11.