SEBAGAI Istri Dansatsel Koarmada II, Widayanti Kunjungi Satu Persatu Istri Awak KRI Nanggala-402
Segala kekuatan dan upaya pencarian KRI Nanggala-402 untuk menyelamatkan 53 awaknya memasuki hari keempat, Sabtu (24/4/2021).
MOTTO Kapal Selam Indonesia: Mengabdi dalam Kesunyian dan Tabah Sampai Akhir
Tabah sampai akhir atau dalam bahasa Jawa disebut sebagai "Wira Ananta Rudhiro" adalah motto kapal selam Indonesia.
Presiden Soekarno pernah berpidato di atas kapal selam KRI Tjandrasa pada 6 Oktober 1966, saat sedang berlabuh di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta, dalam pidatonya, beliau menyebutkan bahwa:
"Sekali menyelam, maju terus - tiada jalan untuk timbul, sebelum menang. Tabah sampai akhir"
(dilansir dari Harian Kompas yang terbit pada Rabu, 9 September 2009)
Pengoperasian kapal selam, merupakan strategi yang jitu, karena Indonesia sebagai negara maritim, menjadi hal yang mutlak untuk memiliki kapal selam.
Sejak Agustus 1958, Indonesia sudah mengirimkan orang-orang terbaiknya, 110 personel, untuk belajar mengenai kapal selam hingga ke Eropa Timur.
Tugas kapal selam memang jauh dari publikasi, serta jarang terlihat oleh kawan maupun lawan.
Selama beroperasi di Indonesia, banyak kapal selam yang ditugaskan dalam operasi senyap.
Para personil yang bertugas juga harus senyap dan penuh dedikasi yang tinggi.
Mereka personel ditempa untuk bertanggung jawab dalam misi tugasnya, dan menjung-jung tinggi kehormatan prajurit.
Bahkan, mereka tak mengenal menyerah hingga di titik akhir sekalipun dalam mengemban tugas.
Mereka bukan pengecut yang mau meninggalkan temannya dalam pertempuran yang hanya untuk menyelamatkan diri masing-masing. Itulah salah satu jiwa kesatriaan prajurit TNI-AL.
Kode Etik Koarmada II
SAPTA MARGA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/istri-dansatsel-kolonel-harry-setiawan.jpg)