TRIBUNWIKI
Capah, Piring Tradisional Suku Karo Berukuran Jumbo, Terbuat dari Kayu Nangka
Capah sendiri memiliki ukuran yang besar yakni dengan tinggi kurang lebih 15 cm, berdiameter sekitar 30 - 35 cm, dengan penampang atas 35 cm.
Ros menceritakan dahulu ia bersama keluarganya, biasanya makan bersama di wadah itu apabila ada suatu kegiatan khusus seperti syukuran dan lainnya.
"Kami dulu satu capah itu bisa makan 4 sampai 5 orang sama adik-adik saya. Biasanya makan besar lauknya biasanya ayam kampung, atau ada acara tertentu pasti makan di situ, kalau makan bersama itu kan sekalian memupuk kebersamaan dengan keluarga juga," katanya.
Ros mengatakan saat ini hanya Capah dan lesung saja peralatan dapur tradisional Karo yang dimilikinya, sebab yang lainnya sudah beralih tangan ke oranglain.
"Dulu ada yang lain seperti kudin renceng, tapi udah enggak tau entah dimana. Dulu sempat populer juga menjual peralatan tradisional Karo ini, jadi banyak orang yang menjual.
Kalau capah ini akan terus saya simpan dan diwariskan ke anak lagi," katanya.
Baca juga: Terkini KRI Nanggala-402: Amerika Serikat Tawarkan Bantuan Mengangkat Kapal Selam dari Dasar Laut
Ia mengatakan saat ini masih ada pengrajin Capah dan masih ada beberapa yang memperjual belikannya.
Ia pribadi mendukung hal tersebut agar peralatan tradisional suku Karo tetap ada dan dikenal generasi muda.
"Generasi muda juga harus tau lah barang-barang tradisionalnya itu apa saja. Jadi bagus itu kalau makin banyak pengrajinnya jadi enggak akan hilang begitu saja," pungkasnya.
(cr21/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rosmawati-br-ginting-50-memegang-capah-miliknya-yang-sudah-berumur-puluhan-tahun.jpg)