Wali Kota Bobby Nasution Salahkan Dinas Kebudayaan Pariwisata Terkait Kerumunan di Kesawan City Walk

Kesawan City Walk merupakan destinasi wisata kota tua yang disulap sebagai pusat kuliner dan budaya di era kepemimpinan Bobby-Aulai Rachman.

Rechtin / Tribun Medan
Suasana Kesawan City Walk di malam hari, Sabtu (17/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution turut hadir dalam rapat evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro yang berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan, Rabu (20/4/2021).

Bobby merupakan satu dari delapan kepala daerah yang diundang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk rapat bersama Gubernur Edy Rahmayadi.

Dihadapan orang nomor satu di Pemprov Sumut, Bobby mengakui bahwa telah terjadi kerumunan masyarakat di Kesawan City Walk pada Sabtu (17/4/2021).

Kesawan City Walk merupakan destinasi wisata kota tua yang disulap sebagai pusat kuliner dan budaya di era kepemimpinan Bobby-Aulai Rachman.

"Sabtu kemarin Dinas Kebudayaan Pariwisata membuat pagelaran sederhana di sana. Rupanya masyarakat banyak yang hadir. Ini jadi pelajaran untuk tidak buat pagelaran seni lagi di sana," ungkap Bobby, Rabu.

Maka, ke depannya pihaknya akan mengevaluasi seluruh kegiatan di Kesawan City Walk. Agar kejadian serupa tidak kembali terulang kembali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dan Wali Kota Medan Bobby Nasution berjalan-jalan di Kawasan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, pada Sabtu (27/3/2021).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dan Wali Kota Medan Bobby Nasution berjalan-jalan di Kawasan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, pada Sabtu (27/3/2021). (Dok. Humas Pemkot Medan)

Termasuk mengatur ulang jarak antar pedagang yang berjualan di lokasi tersebut.

"Karena pagelaran seni yang berlangsung simpel justru menimbulkan kerumunan. Maka ini akan jadi koreksi dan tidak diadakan lagi. Dan jarak antar satu pelaku UMKM kita perjauh lagi, hampir 10 meter. Di Ahmad Yani yang tidak digunakan, kita gunakan lagi, biar mengurai," jelas menantu Presiden Joko Widodo itu.

Terkait jam operasional, Bobby mengaku sedikit melonggarkan dibandingkan dari kebijakan PPKM Mikro yang telah ditetapkan oleh Gubernur Sumut.

Lantaran, pihaknya telah menyiagakan sejumlah petugas yang dilengkapi dengan sejumlah peralatan pendukung, untuk mengingatkan para pengunjung agar selalu mematuhi protokol kesehatan.

Selain itu, seluruh pedagang telah menjalani vaksinasi. Dan ada 10 titik masuk menuju Kesawan City Walk agar masyarakat yang datang tidak menumpuk pada satu titik.

"Karena daerah Kesawan itu kita buat khusus, kita perketat. Aparat kita di sana banyak yang turun, mulai dari kesehatan, Satpol PP, pariwisata itu turun semua di situ," ucapnya.

"Ini lah yang kami perpanjang, tadi seperti yang disampaikan pak gubernur, nasional itu jam 9, kita di sumut diperpanjang satu jam karena jam kita berbuka puasa dan Salat Tarawig berbeda dibadingkan di Jawa. Sama di Pemko Medan, saya perpanjang sedikit lagi dari pak gubernur karena kontrolnya di Kesawan kita masifkan. Bahkan infrastrukturnya kita lengkapi, ada sepeda, skuter bahkan pengeras suara untuk mengingatkan masyarakat agar tidak berkerumun," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved