Demo Kepsek Cabul di Medan
Ibu-ibu Geruduk SD Gloria Hosana School, Pendeta BS yang juga Kepala Sekolah Rudapaksa 7 Siswi
Puluhan ibu-ibu menggeruduk SD Gloria Hosana School, Jalan Bunga Terompet, Medan, menuntut kepala sekolah yang juga pendeta berinisial BS dipecat
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Puluhan ibu-ibu menggeruduk SD Gloria Hosana School, Jalan Bunga Terompet, Medan, menuntut kepala sekolah yang juga pendeta berinisial BS dipecat, Jumat (16/4/2021).
Penyuaraan pemecatan ini karena BS dituduh melakukan pelecehan seksual kepada 7 siswi di sekolah tersebut.
BS pun sudah dilaporkan ke Polda Sumut.
Beragam tulisan di karton dipamerkan demonstran, di antaranya:
'Mari selamatkan anak-anak kita dari seks, hukum predator!'
'Berikan kami keadilan, hukum predator anak, bela yang benar, demi masa depan anak bangsa, buat hukuman yang pantas buat kepsek cabul.'
'Stop pelecehan seksual anak, dunia pendidikan tegakkan dunia pendidikan.'
Tak sampai di situ, ibu-ibu juga meminta ada tindakan tegas kepada BS.
"Hukum predator anak yang telah cabuli anak-anak, potong kemaluannya," teriak ibu-ibu tersebut.
Tonton video:
Baca juga: AKHIRNYA Pendeta BS Angkat Suara Terkait Kasus yang Membelitnya: Proses Hukum yang Membuktikan
Baca juga: Pendeta Cabul yang Dilaporkan Rudapaksa 7 Siswi SD Ternyata Pernah Melayani di GBI Sempakata
Demonstran bernama Lani mengatakan tidak terima dengan perlakukan BS.
"Kami menyekolahkan anak kami untuk dididik dengan baik, bukan untuk diperlakukan tidak senonoh," teriaknya.
"Bahwa institusi pendidikan atau sekolah bukanlah tempat menyalurkan hasrat seks," tambahnya.
Pengawas Yayasan yang menaungi SD Gloria Hosana School, Borong Sitepu, menemui demonstran.
Ia menegaskan kalau BS sudah di-nonaktifkan sejak kasus ini bergulir di kepolisian.