Ceramah Ramadan Habib Muhammad Hayqal Alaydrus: Hukum Ghibah dan Pengunaan Sosial Media Saat Puasa

Perumpaan ini disebut langsung oleh Allah dalam Al Quran tentang bagaimana perumpamaan orang yang ber ghibah atau menggunjing.

Angel / Tribun Medan
Habib Muhammad Hayqal Alaydrus menjelaskan Hukum Ghibah saat puasa di Program Hikmah Bulan Ramadhan, Mutiara Ramadhan 1442 H, Tribun Medan, Kamis (15/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nabi Muhammad SAW berkata diantara 5 hal, salah satu yang bisa membatalkan pahala puasa adalah Ghibah.

Masalah Ghibah disebut oleh Allah subhanahu wa ta'ala, "Jangan kamu saling mengunjing saudaramu satu dengan yang lainnya, apakah kamu senang kalau kamu memakan daging bangkai saudaramu sendiri, bukankah kamu merasa jijk,"

Perumpaan ini disebut langsung oleh Allah dalam Al Quran tentang bagaimana perumpamaan orang yang ber ghibah atau menggunjing.

Habib Muhammad Hayqal Alaydrus menjelaskan Hukum Ghibah saat puasa di Program Hikmah Bulan Ramadhan, Mutiara Ramadhan 1442 H, Tribun Medan, Kamis (15/4/2021).

"Orang yang ghibah ini seakan-akan dia hanya melihat kekurangan orang lain tanpa melihat kekurangan diri sendiri padahal semua manusia itu pasti memiliki kekuangan," ujar Habib Muhammad Hayqal Alaydrus.

Ia mengatakan, Nabi pernah bersabda barangsiapa yang menutup aib saudaranya, keburukan saudaranya maka Allah akan menutupi keburukan dirinya.

Apabila kita ingin menandingi siapa yang paling hebat, cara kita menutup aib kita atau cara Allah menutup aib kita, jauh cara Allah lebih hebat. Terkadang sehebat apapun kita menutup aib kita tidak akan sehebat bagaimana cara Allah menutup aib kita.

"Oleh sebab itu memang bisa diawali ghibah dengan sifat buruk sangka kita kalau sudah melihat seseorang dari sisi negatifnya maka yang akan kita cari dan sudah kita fokuskan sisi negatifnya seseoran. Tapi kalau sisi positifnya yang kita cari akan seseorang, maka kita akan mendapati sisi positifnya," katanya.

Berkaca kepada diri sendiri itu merupakan hal yang paling penting setiap  seseorang ingin menceritakan orang lain. Ingatlah, setiap orang juga punya kekurangan.

Ia mengatakan ada satu Ulama mengatakan kesalahan orang yang kamu ceritakan melalui ghibah, maka kamu tidak akan mati kecuali kamu akan melakukan kesalahan yang sama lagi.

Terkadang mungkin kita menganggap ghibah itu hanyalah ketika berbicara saja. Padahal dalam program televisi aku juga menjadi sarana untuk ghibah, begitupun dengan Instagram dan akun akun gosip yang sering kita cari secara khusus, bahkan kita follow juga merupakan satu musibah besar.

Dalam bulan Ramadan sosial media ini secara umumnya memang menjadi hukumnya adalah mubah. Oleh sebab itu kenapa tidak kita sibukkan dengan mencari positifnya seperti membaca Alquran.

Bulan Ramadan ini adalah bulan Al Quran, bulan Ramadan adalah bulan untuk kita memperbanyak membaca Alquran.

"Oleh sebab itu, di bulan Ramadan yang hanya sebulan dalam satu tahun,  kita disuruh fokus untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala,"

(cr9/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved