News Video

Bupati Toba Poltak Sitorus Kirimkan Petani ke Jawa Untuk Belajar Pertanian Selama 5 Hari

Dasar pemikiran mengirimkan 14 petani dari Toba ke Kabupaten Bekasi adalah bahwa masyarakat Toba mayoritas petani (masyarakat agraris).

Penulis: Maurits Pardosi |

Bupati Toba Poltak Sitorus Kirimkan Petani ke Jawa Untuk Belajar Pertanian Selama 5 Hari

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Bupati Toba Poltak Sitorus berharap produksi pertanian di Toba ditingkatkan dari angka 6,1 ton per hektar menjadi 8 ton per hektar. Dirinya langsung berembuk dengan pihak DPR RI hingga mendapat sebuah kesimpulan para petani akan dikirimkan ke Pulau Jawa belajar bertani.

"Kita bicara dengan teman-teman kita yang ada di DPR RI, kita bicara tentang rencana ini dan disarankan ke Bekasi," ujar Bupati Toba Poltak Sitorus saat berada di halaman kantor bupati pada Kamis (15/4/2021).

Dasar pemikiran mengirimkan 14 petani dari Toba ke Kabupaten Bekasi adalah bahwa masyarakat Toba mayoritas petani (masyarakat agraris).

"Kita masyarakat Toba ini adalah agraris bahwa kondisi kita saat ini di 6,1 ton per hektar. Lalu akibat kondisi pandemi Covid-19, ekonomi kita dipengaruhi. Maka, kita ingin melakukan terobosan," tuturnya.

Sebelum keberangkatan, terlihat sejumlah petani yang akan diberangkatkan sudah bersiap di halaman kantor bupati sejak pukul 08.00 WIB sambil menunggu kehadiran Bupati Toba Poltak Sitorus.

Mereka yang sudah siap berangkat dengan perlengkapan pembelajaran selama 5 hari. Tujuan utama mereka adalah menggali ilmu bercocok tanam padi jajar legowo yang diyakini mampu meningkatkan produksi gabah setiap kali panen.

"Maka waktu itu, kita coba diskusikan apa penyebabnya hasil pertanian kita di 6 ton. Bisa enggak ini kita naikkan hingga 8 ton? Paling sedikit 7 ton lah. Kita coba cari ilmu pengetahuan kemana-mana," ungkapnya.

Dengan demikian, ia meminta sejumlah masukan yang membidangi pertanian kemana tempat pelatihan yang tepat di bidang pertanian tersebut.

Ia berharap, para petani Toba buka semata-mata mengandalkan otot, namun juga membutuhkan kinerja otak agar hasilnya lebih banyak dibanding sebelumnya.

"Kita minta saran-saran dari teman-teman sehingga pada tanggal 20 itu, kita adakan zoom. Yang bicara waktu itu seorang profesor. Pesannya adalah marilah kita bertani tidak hanya dengan menggunakan otot, tapi bertani dengan otak," lanjutnya.

"Hasilnya akan jauh lebih besar, bisa sampai puluhan ribu kali. Nah, inilah yang mendorong kita untuk mencari di manakah ilmu pengetahuan itu," sambungnya.

Ia juga menyoal pertanian intensifikasi atau menggunakan lahan tidur serta memaksimalkan lahan dengan dua kali musim tanam dan panen.

"Kita akan melakukan intensifikasi, ini yang paling cepat untuk pemulihan ekonomi kita. Saat ini, kita masih 1,25 indeks pertanaman kita. Artinya belum semua yang menanam padi atau jagung yang dua kali panen," tuturnya.

"Kita rencanakan di bulan Juli setelah panen di bulan Agustus, kita langsung tanam untuk panen yang kedua. Rencana yang kita tanam adalah jagung," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved