5 Hal Istimewa yang Ada di Wisata Penangkaran Buaya Asam Kumbang Medan

Sejarah singkat wisata Penangkaran Buaya Asam Kumbang milik Lo Tham Muk, berawal dari hobby memelihara hewan reptil

Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ KARTIKA
Pengunjung berfoto di Taman Buaya Asam Kumbang 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kota Medan memiliki beberapa tempat wisata yang unik.

Salah satunya adalah wisata Penangkaran Buaya Asam Kumbang di Jalan Bunga Raya II, Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Medan, Sumatera Utara.

Sejarah singkat wisata Penangkaran Buaya Asam Kumbang milik Lo Tham Muk, berawal dari hobby memelihara hewan reptil sekarang jadi salah satu tempat wisata terkenal di kota Medan.

Selain itu, tempat wisata ini memiliki lima keunikan tersendiri.

1. Penangkaran Buaya Terbesar se-Asia Tenggara

Warga memperhatikan sejumlah buaya ketika berkunjung ke Taman Buaya Asam Kumbang di Medan, Sumatera Utara, Minggu (14/6/2020). Lokasi wisata yang menangkar sedikitnya 2.000 ekor buaya yang sebelumnya ditutup akibat wabah virus corona tersebut kini kembali dibuka guna memulihkan kembali sektor pariwisata yang terdampak.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Warga memperhatikan sejumlah buaya ketika berkunjung ke Taman Buaya Asam Kumbang di Medan, Sumatera Utara, Minggu (14/6/2020). Lokasi wisata yang menangkar sedikitnya 2.000 ekor buaya yang sebelumnya ditutup akibat wabah virus corona tersebut kini kembali dibuka guna memulihkan kembali sektor pariwisata yang terdampak.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN)

Penangkaran Buaya Asam Kumbang merupakan penangkaran buaya terbesar se-Asia Tenggara dengan luas 2 hektare dan memiliki sekitar 2800 lebih ekor buaya.

Ada dua jenis buaya di tempat wisata ini, yaitu buaya Muara dan buaya Sinyulung.

Di sini, para wisatawan bisa melihat buaya mulai dari ukuran yang paling kecil sampai buaya ukuran paling besar.

Menariknya lagi, di tempat ini ada buaya tertua berusia 60 tahun, dengan panjang 5-6 meter.

Baca juga: Masyarakat yang Kedapatan Mudik Lebaran Bakal Diisolasi Selama Lima Hari

2. Dikelola Pribadi

Warga memperhatikan sejumlah buaya ketika berkunjung ke Taman Buaya Asam Kumbang di Medan, Sumatera Utara, Minggu (14/6/2020). Lokasi wisata yang menangkar sedikitnya 2.000 ekor buaya yang sebelumnya ditutup akibat wabah virus corona tersebut kini kembali dibuka guna memulihkan kembali sektor pariwisata yang terdampak.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Warga memperhatikan sejumlah buaya ketika berkunjung ke Taman Buaya Asam Kumbang di Medan, Sumatera Utara, Minggu (14/6/2020). Lokasi wisata yang menangkar sedikitnya 2.000 ekor buaya yang sebelumnya ditutup akibat wabah virus corona tersebut kini kembali dibuka guna memulihkan kembali sektor pariwisata yang terdampak.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN)

Penangkaran Buaya Asam Kumbang seluas 2 hektare ini dikelola secara pribadi oleh keluarga Lo Tham Muk, tanpa bantuan dari pemerintah atau pihak manapun.

Dalam sehari pemilik penangkaran ini bisa menghabiskan Rp 500 ribu untuk makanan hewan-hewan yang ada di dalamnya.

Baca juga: MINIBUS Terkena Ranjau, 15 Penumpang Tewas Seketika, Betapa Kejamnya Teroris Somalia

3. Berawal Dari Hobby, Jadi Tempat Wisata

Warga memperhatikan sejumlah buaya ketika berkunjung ke Taman Buaya Asam Kumbang di Medan, Sumatera Utara, Minggu (14/6/2020). Lokasi wisata yang menangkar sedikitnya 2.000 ekor buaya yang sebelumnya ditutup akibat wabah virus corona tersebut kini kembali dibuka guna memulihkan kembali sektor pariwisata yang terdampak.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Warga memperhatikan sejumlah buaya ketika berkunjung ke Taman Buaya Asam Kumbang di Medan, Sumatera Utara, Minggu (14/6/2020). Lokasi wisata yang menangkar sedikitnya 2.000 ekor buaya yang sebelumnya ditutup akibat wabah virus corona tersebut kini kembali dibuka guna memulihkan kembali sektor pariwisata yang terdampak.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN)

Awalnya pemilik Penangkaran Buaya Asam Kumbang bernama Lo Tham Muk ini menerima buaya pemberian temannya yang didapat dari salah satu sungai di Sumatera Utara.

Awalnya ia memelihara 12 ekor di lingkungan perkotaan Medan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved