Polisi Telusuri Pelaku Lain Pembunuhan Eko Kurniawan di Semak-semak Kuburan China Delitua

Penyidik Polsek Delitua terus mendalami kasus pembunuhan Eko Kurniawan (27) yang jasadnya ditemukan di semak-semak dekat kuburan China Delitua.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / ist
Kolase foto tersangka kasus pembunuhan Hidayat, korban Eko Kurniawan semasa hidup, saat penemuan jasad korban di Kuburan China Delitua. 

Hidayat menyebutkan niat awalnya adalah untuk memanfaatkan korban dan memeras uangnya. "Semula kami ngumpul-ngumpul, nongkrong, niatnya belum ke semak-semak. Dia waria, makanya saya bisa manfaati dia. Niatnya masih pengen nongkrong," cetusnya.

Selanjutnya, korban mengajak Hidayat untuk pergi ke suatu tempat yang sepi. "Setelah itu gak jadi jadi nongkongnya, terus dijalan dia bilang “Bang, ke tempat sepi yok bang”. Saya jawab, “Mau ngapain”, dan dibilangnya, “Udah tenang ajalah”. Aku mikirnya tenang ajalah gak ada apa apa gitukan," ucapnya.

Baca juga: TRAGEDI Berhubungan Intim Sesama Jenis di Semak-semak Kuburan China Delitua, Berujung Maut

Hidayat dan korban akhirnya pergi ke tempat sepi, yakni semak-semak di Kuburan China Delitua.

Ketika itu, Hidayat didorong oleh korban untuk dilakukan oral seks. Dorongan itu membuat Hidayat marah karena kepalanya terbentur dinding kuburan.

"Itu saya yang tidak habis pikir, waktu duduk dia kan mendorong saya, “Ayok bang”, sampai saya terantuk. Saya bangkit dan itu saya marah. Saya bangkit saya dorong dia, di situ saya pukul dia sampai tewas," katanya.

Usai membunuh korban, Hidayat mengaku sangat menyesal. "Sangat nyesal kali lah," ucapnya.

Keluarga Berharap Hukuman Setimpal

Setelah pelaku pembunuhan berhasil ditangkap polisi, Kariyem, ibu almarhum Eko, mengaku lega. Ia berharap agar pelaku yang tega menghabisi nyawa anaknya dihukum setimpal atas perbuatannya.

"Yang seberat-beratnya lah. Anakku pun dibikin kayak gitu. Keluar tanpa cacat, sehat walafiat, pulang udah jadi kaya gitu. Orang tua mana yang gak sedih. Anak paling kecil. Anak segala-galanya," kata Kariyem, saat ditemui di rumahnya di Gang Mawar Desa Kedai Durian Kecamatan Delitua, Selasa (13/4/2021).

Selain itu ia juga berharap agar kepolisian segera mengusut tuntas siapa saja yang terlibat dalam kasus ini. Ia mempercayakan semuanya kepada penegak hukum.

Sambil berkaca-kaca Kariyem menceritakan sebelum anaknya pergi dari rumah pada Selasa (6/4/2021).

Ternyata sebelum pergi Eko sempat dilarang oleh kakak iparnya. Hal itu dilakukan lantaran takut sang ibu marah kalau Eko pulang larut malam, sebab almarhum masih memiliki aktivitas di pagi hari.

Namun, saat itu Eko bersikukuh untuk keluar rumah pada hari itu. Ia meyakinkan kakak iparnya bahwa ia akan segera pulang.

Ternyata janji tersebut tidak ditepati. Ia tak kunjung pulang sampai besok paginya. "Besoknya dicariin. Ditunggu gak pulang-pulang, dicariin di tempat kawannya ga ada yang tahu semua jawabannya," katanya bercerita.

Baca juga: TERNYATA Eko Kurniawan Dibunuh Teman Kencannya Seusai Intim di Kuburan China, Berikut Temuan Polisi

Setelah dua hari tak kunjung kembali, tepatnya pada Kamis malam keluarga pun berusaha mencari tahu keberadaan Eko. Mereka mendatangi rumah setiap rumah kerabat anaknya. Namun tak membuahkan hasil. Anaknya belum juga ditemukan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved