BERKAH Ramadan, Pedagang Ini Raup untung Dua Kali Lipat saat Berjualan Takjil
Berdasarkan pengakuan masyarakat sekitar, sekitaran tugu ini selalu dijadikan tempat berjualan aneka hidangan berbuka saat Ramadan.
TRIBUN-MEDAN.com - Tugu Sei Nunang di jalan KL Yos Sudarso Km 18.8 Kelurahan Pekan labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, tampak ramai dengan stan aneka dagangan, Rabu (14/4/2021) siang.
Berdasarkan pengakuan masyarakat sekitar, sekitaran tugu ini selalu dijadikan tempat berjualan aneka hidangan berbuka saat Ramadan.
Masyarakat sekitar menyebutnya dengan istilah Bazar Ramadan.
Bazar Ramadan rutin diadakan setiap tahun oleh masyarakat sekitar tanpa adanya keterlibatan instansi pemerintahan setempat.
Stan-stan jualan yang berdiri adalah milik pribadi dan tata letaknya pun diatur sesuai keinginan pemiliknya.
Rita, seorang penjual sarapan pagi yang mengalihkan usahanya menjadi berjualan aneka hidangan berbuka puasa.
Ia rela menempuh jarak yang lebih jauh dari tempat biasa ia berjualan sarapan demi memanfaatkan momen Ramadan untuk berjualan aneka kue dan bubur pedas khas melayu di bazar ini.
Rita mengatakan pendapatannya saat berjualan selama Ramadan lebih menguntungkan dibanding hari biasa.
“Dibandingkan dengan jualan sarapan pagi hari-hari biasa, lebih enak jualan gini lagi. Untungnya jauh bedalah, hasil dari ini bisa beli baju lebaran anak-anak, ayahnya pun gak perlu ikut berangkat ke laut, cukup bantui jualan disini,” ujarnya.
Untuk menjalankan usahanya, Rita mempekerjakan beberapa orang yang khusus membantunya menyiapkan jualan saat Ramadan.
“Khusus yang buat kue basah gajinya Rp 1 juta per bulan, yang mendadar risolnya Rp 800 ribu, tukang merajangnya Rp 800 ribu, tukang cuci piringnya Rp 600 ribu, tukang melangsirnya Rp 500 ribu,” tuturnya.
Semua pekerjaan untuk mempersiapkan dagangan dilakukan di rumah Rita. Para pekerjanya sudah mulai beraktifitas dari pukul 07.00 WIB.
Rita mengakui selama Ramadan suaminya berhenti bekerja sebagai nelayan demi membantunya, karena ia merasa tidak sanggup mengelolanya sendiri.
“Saat Ramadan begini tanpa suami berangkat ke laut pun pendapatan sudah sangat lumayan, rokoknya pun bisa kita beli ini,” ujarnya.
Rita menjual aneka kue basah dan gorengannya dengan harga Rp 2 ribu per tiga potong dan serba Rp 5 ribu untuk satu porsi bubur pedas, anyang pakis, urap, pecal dan ikan pepes.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bazar-ramadan-masih-sepi-saat-siang-hari.jpg)