Presiden Putin Kirim 80.000 Tentara hingga 10 Kapal Perang dan Tank ke Perbatasan Rusia-Ukraina

Rusia telah mengirim pasukan militernya menuju perbatasan timur Ukraina dan ke Semenanjung Krimea (daratan besar antara Ukraina dan Rusia).

Editor: AbdiTumanggor
IST/AFP/NIKOLSKY
Presiden Rusia Vladimir Putin 

Selain 80.000 tentara yang ditempatkan Rusia di perbatasan Ukraina dan Krimea, mereka juga telah mengirim tank, artileri, kendaraan pengangkut lapis baja, dan kendaraan pendukung.

Ini adalah pertama kalinya Rusia meningkatkan kehadirannya secara drastis sejak mencaplok Krimea tujuh tahun lalu.

Berbagai laporan lokal dan internasional yang muncul selama beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa Presiden Putin telah mengerahkan brigade udara dari perbatasan Estonia dan mengirim 10 kapal angkatan laut untuk memperkuat armada Laut Hitam.

Sebagai tanggapan, AS telah mengumumkan akan mengirim dua kapal perang ke Laut Hitam.

Ketegangan itu adalah yang paling tinggi sejak 2015, pada saat aneksasi Krimea.

Kondisi ini langsung membuat negara Uni Eropa (UE) panik.

Kanselir Jerman Angela Merkel bahkan langsung meminta dukungan militer  untuk berjaga-jaga.

Sementara Menteri Luar Negeri Dominic Raab mentweet bahwa Inggris setuju dengan sikap AS.

Dia juga meminta Rusia untuk menarik pasukannya.

Walau begitu, Kremlin meyakinkan negara lain bahwa pemerintah Rusia tidak merencanakan perang habis-habisan dengan Ukraina.

"Rusia tidak berencana untuk bergerak ke arah perang dan tidak ada juga yang menerima kemungkinan perang saudara di Ukraina," kata Juru bicara Peskov.

Akan tetapi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tidak mempercayainya. Demikian yang dilansir dari Intisari yang berjudul:Eropa di Ambang Perang Dunia III, Selain Kirim Lebih 80.000 Tentara ke Perbatasan Rusia-Ukraina, Vladimir Putin Juga Kerahkan Tank hingga 10 Kapal Perang untuk Kepung Wilayah Ini

Asia Tenggara di Ambang Perang Gegara Sengketa Laut China Selatan, Menhan AS Telepon Menhan Prabowo

Sama halnya dengan di Asia Tenggara semakin memanas. Angkatan bersenjata Filipina sedang menyelidiki laporan yang menyebut bahwa kapal militer China mengejar kapal sipil yang membawa wartawan Filipina di Laut China Selatan.

Hal itu diungkapkan militer Filipina pada Jumat (9/4/2021) sebagaimana dilansir AFP.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved