News Video

Detik-detik Polisi Bubarkan Asmara Subuh di Replika Istana Sultan Serdang Bedagai

Ribuan pengendara motor kocar kacir saat polisi datang menertibkan asmara subuh di area Replika Istana Sultan Serdang, Selasa (13/4/2021).

Penulis: Indra Gunawan | Editor: M.Andimaz Kahfi

Detik-detik Polisi Bubarkan Asmara Subuh di Replika Istana Sultan Serdang Bedagai

TRIBUN-MEDAN.COM, SERGAI - Ribuan pengendara sepeda motor yang sedang asyik asmara subuh di area Replika Istana Sultan Serdang, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), kocar kacir saat didatangi polisi, Selasa (13/4/2021).

Saat pihak kepolisian datang, para warga asmara subuh yang didominasi remaja ini tampak panik.

Tanpa pikir panjang, beberapa di antaranya langsung menghidupkan mesin sepeda motor dan tancap gas meninggalkan lokasi.

Suara knalpot brong terdengar riuh memekikkan telinga.

"Ribuan pengguna sepeda motor yang sebelumnya memadati kawasan Replika Istana Sultan Serdang, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, akhirnya mulai beranjak dari lokasi mengingat saat ini sudah mulai berdatangan anggota Satlantas dari Polres Sergai," kata Indra reporter Tribun Medan saat melakukan live report.

Indra menjelaskan, para pengendara sepeda motor yang sedang asmara subuh tampak ketakutan, saat melihat dua orang petugas Satlantas Polres Sergai ke lokasi.

Mengingat jumlah masyarakat yang asmara subuh begitu besar, polisi tampak sedikit kerepotan.

Tetapi mereka yang melakukan asmara subuh akhirnya bersedia membubarkan diri.

"Meski sebagian ada yang meninggalkan lokasi, namun ada juga yang terpantau berdiam diri dan enggak beranjak pergi dan diperkirakan pindah ke kawasan Kota Perbaungan," ujar Indra.

Beragam kegiatan yang mereka lakukan di tempat ini, selain hanya sekedar melihat-lihat juga ada yang memang mau menunjukkan atraksi, menunjukkan keahliannya dalam berkendara.

Suara geberan-geberan knalpot blong sepeda motor pun cukup deras terdengar. Selain itu juga terdengar letusan-letusan petasan.

Beragam alasan yang disebutkan oleh kalangan anak remaja ketika diwawancarai.

Wildan salah satu remaja menyebut ia hanya sekedar penasaran makanya datang ke lokasi ini. Tidak ada paksaan dari orang lain.

" Kalau orang tua nggak tahu memang. Baru kali ini sajanya ke sini karena penasaran saja. Ya mau tau saja cemana di sini kalau asmara subuh," kata Wildan warga Perbaungan.

Beberapa remaja juga ada yang beralasan duduk-duduk. Mereka pun kabur saat hendak diwawancarai.

Banyak diantara mereka yang merasa tidak takut dengan virus Covid-19.

Dari ribuan orang yang datang ke lokasi cukup sulit menemukan orang yang datang dengan menggunakan masker.

(dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved