Sambut Ramadhan di Sumut

Salat Tarawih Pertama di Masjid Raya Medan Dipadati Jamaah

Hari pertama salat Tarawih di bulan suci Ramadan 1442 H, di Masjid Raya Al Mashun Kota Medan dipadati jamaah salat hingga pelataran dalam Masjid Raya.

Laporan Reporter Tribun Medan /Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Hari pertama salat Tarawih di bulan suci Ramadan 1442 H, di Masjid Raya Al Mashun Kota Medan dipadati jamaah salat hingga pelataran dalam Masjid Raya.

Menurut pengurus Masjid Raya Al Mashun Kota Medan, Muhammad Hamdan, menyampaikan jamaah salat tarawih hari pertama di bulan suci Ramadan 1442 tahun ini lebih meningkat dari pada Ramadan tahun lalu.

Ia mengaku jamaah yang datang untuk menunaikan salat sunah tarawih pertama di bulan suci Ramadan 1442 H saat imi, berjumlah sekitar ratusan.

Ia juga mengatakan jamaah salat tarawih pertama di bulan suci Ramadan tahun ini mengalami peningkatan sekitar 20 persen hingga 50 persen dibandingkan tahun lalu.

"Jadi sudah tak terbendung lagi masyarakat, mau dibilang bagaimana lagi," tuturnya, Jalan Sisingamangaraja, No 61 Kelurahan Masjid, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Senin (12/4/2021) .

Hamdan juga mengatakan terkait protokol kesehatan, pihak Masjid Raya Al Mashun Medan sudah melakukan persiapan jauh sebelum bulan suci Ramadan 1442 H tiba. Pihak masjid sudah menyediakan tempat cuci tangan, sterilisasi ketika masuk halaman mesjid seperti penyemprotan dosinvektan.

"Dua hari yang lalu sebelum Ramadan kita lakukan penyemprotan dinsivektan di masjid. Selain itu, kita juga sudah mengumumkan sebelum salat dimulai terkait arahan kepada masyarakat atau jamaah untuk terapi prokes sebelum salat," katanya.

Sambungnya menjelaskan, pihak masjid juga sudah menghimbau agar jamah dapat membawa sajadah sendiri dari rumah untuk melakukan salat tarawih. Meskipun, kami sudah menyediakan sajadah di Masjid Raya Al Mashun Kota Medan.

"Ya, hal ini dilakukan agar tidak terjadinya klaster baru terpaparnya Covid-19. Jadi, kita umumkan agara jamaah membawa sajadah dari rumah," ujarnya.

Selain itu, Hamdan mengatakan bahwa untuk mengatur jarak salat sunah Tarawih sepertinya belum bisa diterapkan pihak Masjid Raya Al Mashun Kota Medan. Karena, jamaahnya sangat ramai hingga melakukan salat di pelataran dalam Masjid.

"Walaupun begitu, kita tetap upayakan jamaah untuk menjaga jarak dan menerapkan prokes," katanya.

Semantara itu, pejelasan dari Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Raya Al Mashun Kota Medan, H Ulumuddin Siraj, mengatakan bahwa Masjid Raya Al Mashun melakukan salat sunah Tarawih sebanyak 20 rakaat dan 3 rakaat salat witir.

"Jadi 20 rakaat salat Tarawih dan 3 rakaat witir itu sudah dilakukan sejak zaman mukhti Kesultanan Deli, lebih dari usia masjid yang 115 tahun dan ini dilakukan setiap tahunnya," tuturnya.

Kemudian, Ulumuddin berharap di bulan suci Ramadan 1442 H ini, umat muslim terhindar dari virus Corona. Karena bulan Ramadan ini merupakan bulan suci, di mana umat muslim berserah diri kepada Allah SWT.

"Semoga di bulan Ramadan 1442 H ini, kita berdoa kepada Allah Ta'allah kiranya umat islam yang melaksanakan ibadah terhindar dari pandemi Covid-19 dan cepat berkahir masa pandemi ini," katanya.

(cr22/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved