Pilu Jelang Ramadhan, Jenazah TKI Asal Medan Tertahan di RS Melaka, Keluarga Terkendala Biaya

Harapan Mawarni memulangkan jenazah ibunya, Juliani (43), yang telah bekerja selama 11 tahun di Malaysia terkendala biaya.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mawarni Tanjung (23), warga Jalan Sederhana Tembung, Medan, merasa tertekan batin dan gelisah selama berhari-hari terakhir. Namun, ia tak bisa berbuat banyak.

Harapan Mawarni memulangkan jenazah ibunya, Juliani (43), yang telah bekerja selama 11 tahun di Malaysia terkendala biaya.

Cerita Ismail, anak kedua Juliani, berkata, mereka benar-benar terkendala dana sehingga tak mampu membiayai pemulangan jenazah orang tuanya.

"Danalah yang menjadi kendala," ujar Ismail, saat ditemui Tribun Medan, di kediamannya, Minggu (11/4/2021).

Oleh KBRI, dia diminta mengurus surat keterangan orang tuanya dan telah dikirimkan ke Malaysia.

Dengan proses panjang, kekurangan surat dicoba dilengkapinya dan telah dikirimkan ke Malaysia, per hari ini.

Baca juga: Masih Ingat Lia Eden? Si Pendiri Sekte Kerajaan Tuhan (Gods King), Kini Dikabarkan Meninggal Dunia

Baca juga: Kepling Anggota FUI yang Ludahi Warga Beserta 9 Gerombolannya saat Jaran Kepang Dipenjarakan Polisi

Sejak ibunya meninggal, Ismail menuturkan, ada seorang keluarganya bernama Nya Fazril telah menyampaikan permohonan ke KBRI pada 11 hari lalu.

Namun, mereka baru mendapat dihubungi pihak KBRI Rabu 7 April 2021.

Lamanya proses tersebut pun nyaris membekukan harapan Ismail.

Ia bahkan sudah rela ibunya dimakamkan di Malaysia, asalkan secara layak.

"Kalaupun tak mungkin lagi, paling tidak ibu saya bisa dimakamkan dengan layak di sana secara agama. Tapi, kalau bisa ya dibawa ke kampung, hanya saja dana kami tak ada," ujar Ismail.

Baca juga: Bandar Sabu yang Bikin Siswi SMK Ditahan Karena Dituduh Jual Narkoba Kini Melarikan Diri

Baca juga: Cerita Pilu ABG Broken Home Ketagihan Perbuatan Maksiat, Masih SMP Sudah Layani 25 Lelaki

Juliani dikabarkan mengalami sakit jantung dan meninggal dunia.

Jasadnya dibawa ke rumah sakit "Hospital Melaka" di Malaysia.

Juliani sendiri, telah bekerja 11 tahun di Malysia untuk menafkahi keluarganya.

Nya Fazril, keponakan Juliani yang dihubungi Tribun Medan, mengatakan, dirinya sudah pernah memohon pertolongan kepada KBRI, namun tak ada jawaban.

"Dari almarhumah meninggal dunia, saya sudah beritahu KBRI tapi tak ada jawabannya sampai sekarang sudah 11 hari," ujar Nya Fazril yang juga TKI di Malaysia ini.

Dia berharap, jenazah Juliani bisa dibawa kembali ke Indonesia.

(Jun-tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved