Mancanegara

Diragukan karena Main Proyek, Bocor Hasil Penyidikan WHO di Wuhan, Kasus Li Wenliang Dibuka Lagi

Namun, sejalan penyelidikan berlangsung, banyak anggapan bahwa tim penyidik WHO tak dapat dipercaya

Kolase TribunStyle
Pesan Li Wenliang untuk Anak - Diragukan karena Main Proyek, Bocor Hasil Penyidikan WHO di Wuhan, Kasus Li Wenliang Dibuka Lagi 

TRIBUN-MEDAN.com - Bocor situasi sebenarnya asal-usul Virus Corona atau Covid-19 yang disebut berasal dari Wuhan, China.

Memang, penyidik Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO sudah diturunkan ke Wuhan untuk menyelidiki, apakah memang betul Covid-19 berasal dari sana.  

Namun, sejalan penyelidikan berlangsung, banyak anggapan bahwa tim penyidik WHO tak dapat dipercaya. Sebab, muncul isu WHO malah bermain proyek di China.

Lantas, bagaimana keadaan sesungguhnya Wuhan yang disebut biang kerok menyebarnya Covid-19 ke seluruh penjuru dunia?

Baru-baru ini muncul lagi hasil penyelidikan tim penyidik WHO tentang kondisi terbaru Wuhan. Bagaimana hasilnya? Simak berikut ini dilansir Tribunmedan.com dari Intisari Online

Baca juga: Dunia Sudah Dibohongi Selama Ini, Covid-19 Bukan dari Wuhan? WHO Bongkar Asal Corona yang Sebenarnya

Tim WHO mengunjungi Laboratorium Virus Wuhan
Tim WHO mengunjungi Laboratorium Virus Wuhan (reuters)

Hasil Penyidikan WHO di Wuhan

Penyidikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk asal-usul virus Corona dilakukan lebih dari setahun sejak wabah Covid-19 merebak pertama kali.

Penyidikan itu menyimpulkan virus kemungkinan besar muncul dari hewan seperti kelelawar.

Pakar yakin jika hewan menularkan virus itu ke inang perantara, seperti cerpelai, trenggiling, musang atau anjing rakun, yang kemudian menularkannya ke manusia.

Penyidikan juga temukan Covid-19 sudah menyebar berhari-hari sebelum muncul di Pasar Seafood Huanan di Wuhan, tapi kondisi gang indoor yang ramai membuat virus mudah menyebar.

Melansir Express, pemerintah China rupanya sadar akan itu.

Hal itu disampaikan oleh anggota senior Pusat Studi Strategi Internasional Richard McGregor pada kesempatan acara Four Corner berjudul 'Secrets behind Coronavirus'.

Ia mengatakan: "titik kuncinya dalam laga ini adalah mereka kehilangan 2 minggu, mungkin 3 minggu, ketika virus di titik baru lahir, saat mereka masih bisa melacaknya dan seharusnya virus 'diberangus saat itu.

"Saat sekelompok dokter memulai membagikan informasi yang mereka miliki tentang virus baru aneh di WeChat, mereka melakukan apa yang diharapkan oleh orang-orang dilakukan profesional.

"Namun tentu saja, ada hal berbahaya yang dilakukan di China.

"Kurasa ada sedikit keraguan jika pejabat lokal di Wuhan memang menahan informasi, para dokter yang membicarakannya diminta secara langsung untuk tetap diam."

China rupanya dilaporkan menangkap siapapun "penyebar rumor" secara online.

Bawa-bawa Nama Li Wenliang

Termasuk di antaranya adalah Li Wenliang, orang pertama kali menyerukan peringatan ke mantan-mantan teman sekelasnya dalam grup WeChat pribadi.

Mantan pengajar politik di Tsinghua University, Dr Wu Qiang, mengatakan kepada penyidik jika Partai Komunis China sadar akan situasi itu dan pilih diam.

Ia mengatakan: "aku tidak punya keraguan jika pemerintah lokal melaporkan situasi itu ke pemerintah pusat.

"Sehingga pemerintah lokal tidak bertanggung jawab kepada warga saat itu.

"Namun pemerintah pusat mengadopsi kebijakan menyembunyikan kebenaran dari publik, memulai untuk mengendalikan epidemi secara internal.

"Kontradiksi ini mencegah mereka untuk menangani penyebaran epidemi dengan benar.

"Meskipun pengendalian internal dilakukan, informasi hilang dari mata publik menyebabkan wabah menyebar cepat."

Wu mengklaim ia tidak sendirian dan ada pemberontakan yang tumbuh di negara tersebut.

Ia tambahkan di tahun 2020: "lebih dari 900 juta warga China, yang memiliki ponsel, telah sangat tidak puas dengan virus di bulan lalu.

"Dari pengamatanku sendiri, tingkat ketidakpuasan ini meningkat dalam 80 tahun terakhir.

"Mereka tidak puas dengan ketidakefektidan pemerintah lokal menangani pandemi dan bantuan bencana yang dilihat orang-orang Wuhan dari penguncian kota, kelumpuhan intitusi medis setempat, dan risiko besar yang mereka hadapi.

Kisah Dokter China Li Wenliang Mengharukan, Peringatkan Virus Corona, Dibungkam Akhirnya Meninggal
Kisah Dokter China Li Wenliang Mengharukan, Peringatkan Virus Corona, Dibungkam Akhirnya Meninggal (WEIBO, thinkchina.sg/onlineindus.com)

Pada 11 Februari 2020, dokter Li meninggal dunia setelah terjangkit virus Corona.

Polisi Wuhan meminta maaf secara resmi kepada keluarga yang kehilangan atas "ketidakmampuan penanganan situasi" dan menarik surat teguran bagi yang menyebarkan rumor.

Namun Dr Wu mengklaim situasi itu mengejutkan warga China, yang kini menuntut pemimpin mereka.

Ia menambahkan: "intelek publik dan publik sama-sama sadar jika Dr Li mewakili hati nurani China.

"Ia ditekan dari awal karena mengatakan kebenaran dan dapat menyelamatkan nyawa puluhan ribu orang.

Namun ini semua disembunyikan karena tekanan otoritas atas kebebasan berpendapat.

"Aku yakin publik mengekspresikan ketidakpuasannya dengan pemerintah lewat berduka atasnya."

Pesan Li Wenliang untuk calon anak
Pesan Li Wenliang untuk calon anak (Kolase TribunStyle)

Sumber virus

Daszak mengepalai Aliansi EcoHealth nirlaba yang berbasis di AS, yang memantau wabah epidemi dan telah bermitra selama lebih dari 1 dekade dengan Institut Virologi Wuhan dalam penelitian bersama tentang virus corona.

Dia telah menjadi salah satu pendukung paling vokal tentang asal-usul asli.

Dalam komentarnya kepada AFP tahun lalu, ia menepis tuduhan virus corona kemungkinan berasal dari kebocoran di laboratorium Wuhan dan menggapnya itu sebagai "teori konspirasi" bermotif politik yang didorong oleh Trump.

Tahun lalu, pemerintahan Trump tiba-tiba menghentikan hibah pemerintah AS yang mendukung penelitian bersama WHO dengan fasilitas Wuhan, sebuah tindakan yang dikritik komunitas ilmiah sebagai tindakan politik.

Meskipun gagal menemukan asal-usul virus corona setahun setelah pandemi dimulai, tim ahli asing di China setuju bahwa kemungkinan virus berpindah dari kelelawar ke spesies hewan yang tidak diketahui sebelum ditularkan ke manusia.

Mereka juga menyimpulkan bahwa teori eksperimen laboratorium "sangat tidak mungkin.

Sementara, mereka memperkenalkan cara baru untuk penyelidikan, yang sejalan dengan pandangan China bahwa virus corona mungkin berasal dari luar negeri atau telah disebarkan oleh makanan beku.

Beijing telah berulang kali melontarkan teori bahwa virus itu dibawa ke China melalui pengemasan yang disebut produk rantai dingin, seperti makanan laut beku, yang mengaitkannya dengan berbagai wabah domestik dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Artikel Lain Wuhan

Baca Artikel Lain Covid-19

(ase/ Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved