Cerita Seleb

Atta Aurel Dikecam Keras Guru, Dituding Memberikan Asupan Kebodohan kepada Generasi Muda

Pasangan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah kian mencuri perhatian seantero negeri ini.

Editor: AbdiTumanggor
kolase Instagram @attahalilintar/aurelie_hermansyah
Aurel Atta dikecam guru karena unggah video malam pertamanya. 

Rata-rata subscriber Atta Halilintar yang tergolong anak sekolah mengaku hanya ikut-ikutan tren semata dan melihat konten-konten prank yang biasa disuguhkan YouTuber 'Ashiyap' ini.

Melalui akun Facebooknya, Fritz Haryadi yang merupakan PW PERGUNU (Persatuan Guru Nahdathul Ulama ) Papua, mengkritik vdeo malam pertama Atta Halilintar.
Melalui akun Facebooknya, Fritz Haryadi yang merupakan PW PERGUNU (Persatuan Guru Nahdathul Ulama ) Papua, mengkritik vdeo malam pertama Atta Halilintar. (Kanal YouTube Atta Halilintar)

Berikut tulisan Fritz Haryadi selengkapnya:

Dengan subscribers rata-rata remaja usia sekolah, Atta Halilintar menayangkan video malam pertama.

Lima juta penonton dalam tempo 24 jam.

Tentu tidak ada konten porno, platform melarangnya; tapi ini menambah dosis baru dalam asupan kebodohan yang sudah terlalu lama dicekokkan kepada generasi muda kita

Mereka semua Bad Influencers, pembawa pengaruh buruk.

Istri saya yang mengajar di SMP, sudah 2 tahun ini mengajak ngobrol anak-anak didiknya yang menjadi subscriber Atta.

Rata-rata mereka mengaku hanya ikut-ikutan tren, seperti bisa diduga.

Yang disukai anak-anak ini dari channel Atta diantaranya konten prank, pamer mobil mahal, pamer keseharian yang bergelimang kemewahan, dan ucapan "asiyaaap" yang menjadi trademarknya.

Pendeknya, Atta adalah perpanjangan dari sinetron. Ia menghadirkan bukti bahwa kebodohan fiktif bisa menjadi nyata. Dan untuk jasa itu anak-anak kita menimbunnya dengan uang.

Dalam sesi obrolan dengan anak-anak didik, istri saya mendapati bahwa mereka tidak mengerti bagaimana alurnya sehingga subscribe dan jempol mereka bisa menjadi uang buat Atta.

Saat dijelaskan, merekapun mulai berpikir, mulai bisa menangkap ketidakadilan di hadapannya.

Orang tuanya banting tulang untuk membelikan pulsa mereka, lalu mereka habiskan untuk menonton channel Atta; sambil tidak mendapat manfaat apa-apa selain mengikuti tren, hanya untuk bisa nyambung dengan apa yang dibicarakan teman-temannya, hanya untuk menjadi pengikut. Sambil kehilangan waktu untuk belajar.

Tiap tipe konten Atta dibahas dalam obrolan itu.

Tentang prank, istri saya menjelaskan bahwa itu bentuk bullying; hal yang sedang diperangi di lingkungan sekolah di seluruh dunia.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved