News Video
#PrayForNTT Suasana Duka di Sumba dan Flores, Puluhan Orang Tewas Tertimbun Longsor dan Banjir
Rekaman amatir memperlihatkan Jembatan Lama Kambaniru dihantam Banjir Bandang di NTT, Minggu (4/4/2021) sore. #PrayForNTT Trending
TRIBUN-MEDAN.COM - Rekaman amatir memperlihatkan Jembatan Lama Kambaniru dihantam banjir bandang di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT, Minggu (4/4/2021) sore.
Hari ini #PrayForNTT trending di twitter.
Banjir bandang terjadi di beberapa kecamatan.
Di kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, NTT, Minggu (4/4/2021).
Informasi terkini, Senin (5/4/2021), banjir dan longsor telah mengakibatkan 55 rumah rusak di dua kecamatan itu.
Selain itu, 13 warga ditemukan meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Sementara itu, di Flores Timur bencana banjir dan longsor juga terjadi pada Minggu.
Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Boli mengatakan, 63 warga di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ileboleng, Flores Timur, NTT, tewas tertimbun longsor.
Baca juga: Pencarian dan Penggalian 63 Korban Tewas Akibat Banjir Bandang dan Longsor di NTT Terus Dilakukan
Baca juga: INDONESIA Berduka, 63 Orang Tewas Diterjang Banjir dan Longsor di Flores Timur NTT, Ribuan Mengungsi
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo beserta rombongan bertolak ke Nusa Tenggara Timur (NTT) Senin (5/4/2021) pagi untuk meninjau lokasi bencana banjir dan longsor di Flores Timur.
Hal tersebut diungkapkan Tenaga Ahli BNPB Egy Massadiah sesaat sebelum take off di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sekitar pukul 05.00 WIB.
Sebelumnya, kata Egy, rombongan BNPB juga baru saja mengunjungi beberapa lokasi.
"Ini bukan kejadian pertama, di mana kami harus melakukan perjalanan maraton satu daerah ke daerah lain. Setelah kembali ke Jakarta, tak lama berselang harus bertolak lagi ke lokasi bencana yang baru. Nah, itu yang terjadi pagi ini," kata Egy dalam keterangannya, Senin (5/4/2021).
Menurutnya, bertolak dari daerah satu ke daerah lain dalam waktu berdekatan sudah menjadi tugas BNPB.
Sebab, kata dia, sesuai arahan dan ucapan Doni Monardo bahwa bencana tidak mengenal hari libur.
"Makna yang tersirat adalah, “petugas kebencanaan” harus senantiasa siaga. Termasuk jika harus melakukan perjalanan marathon atas nama penanggulangan bencana," ucapnya.