Kesawan City Walk Bawa Berkah, Pedagang Minta Pembeli Bayar Pakai Aplikasi Saja

Sejak diresmikan oleh Wali Kota Medan, Kesawan City Walk ramai dikunjungi pengunjung yang ingin menikmati beragam panganan

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/DIAN
Suasana Kesawan City Walk, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (4/4/2021) malam. Tampak sejumlah stan dipadati pengunjung.(TRIBUN MEDAN/DIAN UTAMA) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Sejak diresmikan Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, kawasan Kesawan City Walk tampak berwarna di malam hari.

Sejumlah pedagang terlihat memadati Jalan Ahmad Yani (Jalan Kesawan), Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara.

Pada Minggu (4/4/2021) malam kemarin, beragam panganan ditawarkan oleh para pedagang.  

Tempat yang disediakan kepada pengunjung pun bervariasi, ada yang lesehan, menggunakan kursi antik dari kayu, bahkan ada yang sederhana menggunakan kursi dan meja plastik.

Baca juga: CURAHAN HATI Pedagang Kesawan City Walk, Hampir Seminggu Jualan Tak Dapat Untung Malah Nombok Ongkos

Untuk jenis transaksi yang diberlakukan di kawasan inipun bisa menggunakan tunai dan non tunai. 

Sampai saat ini ada beberapa pedagang yang memberlakukan dua transaksi sekaligus, ada juga yang hanya memberlakukan transaksi tunai. 

Berdasarkan pengakuan sejumlah pedagang di Kesawan City Walk, transaksi non tunai dianggap lebih praktis. 

“Saya lebih suka non tunai, karena saya enggak capek nukar-nukar uang kesana kemari. Kadang pembeli beli sate satu porsi, tapi dikasihnya uang Rp 50 ribu, otomatiskan saya nukar karena enggak ada uang kembalian,” kata Aris, pemilik stan Sate Padang Kupak, Minggu malam.

Baca juga: Keliling Kesawan City Walk, Ridwan Kamil Bubuhkan Tanda Tangan di Buku Cicit Taipan Tjong A Fie

Senada disampaikan pedagang lainnya.

Mereka mengatakan, pembayaran non tunai lebih praktis dan fleksibel. 

“Kalau bisa diharapkan pengunjung pakai e-wallet (non tunai) dong, karena lebih mudah transaksinya, kita gak perlu lagi makan waktu untuk mengembalikan uang, kita gak megang uang lagi, jadi lebih aman, lebih bersih,” ungkap Fauzi, pemilik stan Jajanan Bakar (Jangkar). 

Fauzi mengungkapkan, meskipun e-wallet lebih praktis, namun kekurangannya adalah keuntungan yang didapat tidak bisa langsung masuk ke tabungan.

Sehingga bisa sedikit memperlambat perputaran modalnya.

Baca juga: DPRD Medan Sebut Terobosan Bobby Nasution Lewat Kesawan City Walk Bukan Program Baru, Tetapi . .

“Transaksi misalnya malam ini, besok sore saldonya masuk ke tabungan, kalau pas weekend atau hari libur, masuk saldonya saat weekday,” ucap Fauzi menambahkan. 

Dari beberapa pedagang yang diwawancarai www.tribun-medan.com, saat ini rata-rata pengunjung yang menggunakan transaksi non tunai sekitar 30%, dan sekitar 70% transaksi tunai. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved