Cerita Tiuria Gultom (56) Tetangga Zakiah Aini (ZA), Hingga Sang Ayah Syok Lihat Instagram Putrinya
Orang tua Zakiah Aini baru sadar anaknya terpapar paham radikalis usai memeriksa Instagram putri bungsunya
"Masuk dari pintu belakang mengarah ke pos gerbang utama mabes Polri," kata Listyo dalam konferensi Pers di Mabes Polri, rabu, (31/3/2021).
Pelaku kata dia menanyakan dimana lokasi kantor pos. Oleh petugas di pos jaga pelaku diarahkan ke kantor pos.
Namun di tengah jalan pelaku kembali lagi ke pos jaga dan menyerang petugas.
"Menembak 6 kali. 2 kali anggota di dalam pos, 2 di luar, dan menembak lagi pada anggota yang ada di belakangnya," kata dia.
Merespon penyerangan tersebut, petugas kata Listyo lalu memberikan tembakan terukur untuk melumpuhkan pelaku.
Dari tubuh pelaku ditemukan sejumlah identitas.
"Ditemukan identitas ZA umur 25 tahun alamat di Lapangan Tembak. Berdasarkan identifikasi memang identitasnya sesuai. Berdasarkan profiling maka yang bersangkutan adalah tersangka lone wolf yang berideologi radikal ISI yang dibuktikan postingan di sosial media," pungkas Listyo.
Terkait insiden penyerangan tersebut, Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, bahwa serangan teror ke markas besar Polri atau 150 meter dari ruang kerja Kapolri Sigit adalah showofforcenya bos teroris untuk menunjukkan bahwa ada fenomena baru dalam aksi teror yang akan mereka mainkan ke depan.
Untuk itu Ind Police Watch (IPW) berharap Polri mencermati fenomena ini.
Kata Neta S Pane, dalam fenomena itu bos teroris ingin menunjukkan dua hal kepada publik.
Pertama, kelompok teroris kini punya pasukan khusus, pasukan "Inong baleh".
Sama seperti saat pasukan GAM disisir habis oleh Polri dan TNI di era konflik Aceh, mereka mengedepankan pasukan perempuan atau "Inong baleh".
"Kelompok teroris sepertinya meniru apa yang dilakukan GAM, saat para teroris disisir habis oleh Polri, kini mereka menurunkan pasukan perempuan (Inong Baleh)," ujar Neta.
Setelah serangan di gereja di Makassar, kata Neta, pasukan "Inong baleh" masuk ke jantung Polri dan melakukan serangan yang mengagetkan dari dalam komplek Mabes Polri.
Kedua, bos teroris ingin menunjukkan bahwa pasukan "Inong baleh" mereka lebih nekat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/za-mahasiswa-terduga-teroris-penyerang-mabes-polri-asass.jpg)