TRIBUNWIKI
Meriam Puntung, Peninggalan Sejarah Legenda Putri Hijau Yang Sampai Ke Karo
Menurut informasi, sebagian besar meriam tersebut terlontar ke Labuhan Deli dan kini telah disimpan di Istana Maimoon.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Indonesia dan seluruh daerahnya, dikenal memiliki sejarah yang luar biasa.
Tak hanya sejarah perjuangan, namun sejarah kisah dan legendanya juga hingga saat ini masih termasyur di masyarakat.
Untuk di Sumatera Utara sendiri, juga memiliki banyak cerita sejarah hingga menjadi legenda di beberapa daerah.
Salah satu cerita yang menjadi legenda cukup tersohor ialah legenda putri hijau.
Dari cerita ini, sampai saat ini masih dapat dilihat peninggalan sejarahnya yaitu meriam puntung.
Baca juga: PKK Medan Akan Gelar Pameran Tanaman Hias, Ada Pelatihan Pemanfaatan Limbah hingga Taman Mini Kaktus
Selain yang ada di Istana Maimun Medan, penanggalan sejarah ini juga ada di Kabupaten Karo, tepatnya di Desa Sukanalu, Kecamatan Barusjahe.
Lokasi ini, berjarak sekitar 20 Kilometer dari kawasan wisata Berastagi.
Dan jika pengunjung datang dari Kota Medan, akses jalannya mulai dari Desa Tongkoh menuju Jalan Barusjahe. Dapat ditempuh sekira 2,5 jam.
Amatan www.tribun-medan.com, lokasi meriam tersebut terletak di ujung desa, dan dinaungi oleh pepohonan yang ukurannya cukup besar.
Baca juga: JADWAL Siaran Bola Malam Ini, Luksemburg Vs Portugal Live Mola TV, Ronaldo Menuju Rekor Buruk
Saat ini meriam tersebut disimpan di dalam sebuah tempat yang dikelilingi oleh jerjak besi.
Berdasarkan informasi dari juru kunci lokasi tersebut Maslela bru Tarigan, pecahan meriam ini merupakan bagian dari meriam yang ada di halaman Istana Maimun, Medan.
Dirinya menyebutkan, awal mula meriam puntung ini bermula dari cerita Putri Hijau yang terlahir Desa Seberaya, dekat hulu Sungai Petani (Sungai Deli).
Dalam cerita itu disebutkan Sang Puteri memiliki dua saudara kembar, Mambang Yazid dan Mambang Khayali.
Mambang Yazid dapat menjelma menjadi seekor naga yang disebut Ular Simangombus. Sedangkan Mambang Khayali bisa berubah menjadi meriam yang kemudian dikenal dengan sebutan Meriam Puntung.
Baca juga: Bank Sumut Beri Kemudahan Bayar PBB dan SPP Melalui Gopay
"Jadi si putri ini mau dilamar sama anak raja, tapi si putri minta syarat sama anak raja harus memberi makan salah satu turangnya (saudaranya) hati lembu setiap hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/juru-kunci-meriam-puntung-melakukan-pembersihan-di-desa-sukanalu-kecamatan-barusjahe.jpg)