Human Interest Story
Kisah Inspiratif, Pensiunan Polisi Militer Ini Bisa Raup Puluhan Juta dari Bisnis Tambak Ikan
Kisah Supriadi, pensiunan Polisi Militer TNI AD ini cukup inspiratif. Saat ini Supriadi bisa meraup untuk puluhan juta dari bisnis tambak ikan
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Supriadi merupakan purnawirawan Polisi Militer TNI AD berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu).
Sejak pensiun dari Angkatan Darat, dia pun mengisi hari-harinya dengan berwirausaha.
Berawal dari hobi bermain di air sejak sebelum menjadi prajurit, sekarang Supriadi menyalurkan hobinya dalam bentuk bisnis tambak ikan.
“Saat masih bertugas sebagai prajurit sudah mulai mencicil, hasil dari dinas itulah dikumpulkan untuk membeli lahan, sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit,” ujar Supriadi, Minggu (28/3/2021).
Baca juga: KISAH INSPIRATIF Kakek Jumiyo, Gratiskan Es Dagangan Untuk Anak Yatim
Pendapatannya dari hasil dinas saat itu dibelikan lahan kosong dengan harga sekitar Rp 25 jutaan, sedangkan pengelolaannya baru dimulai saat pensiun.
Berlokasi di Dusun XI Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Supriadi bisa menghasilkan sekitar dua sampai tiga ton ikan dalam sekali panen dari tambak yang luasnya sekitar satu hektare.
Tambak ikan miliknya yang berisi ikan Nila dan ikan Bandeng, juga dimanfaatkan sebagai tempat pemancingan umum.
Pemancing akan dikenakan tarif dari hasil pancingan sebesar Rp 20.000 per kilo untuk semua jenis ikan.
Baca juga: INSPIRATIF - Wanita Ini Sukses Ubah Bus Tua Jadi Rumah Nyaman, Butuh 3 Tahun Memodifikasinya
Kini Supriadi memiliki penghasilan yang lebih besar dari hobinya mengelola tambak dibandingkan dengan pensiunannya sebagai seorang prajurit.
Hasil panen yang diperoleh bisa mencapai rata-rata Rp 30 jt, bahkan terkadang bisa mencapai Rp 50 jt.
Pendapatan tersebut masih bersumber dari hasil panen tambak yang dilakukan 4-5 bulan sekali, jika tambahkan dengan hasil pemancingan ikan maka otomatis pendapatannya lebih dari itu.
Baca juga: KISAH INSPIRATIF Slamet Nabung 10 Tahun dari Hasil Ngamen, Demi Berangkatkan Ibunya Naik Haji
Ketika diwawancarai www.tribun-medan.com, ia sempat membagi pengalamannya sebagai seorang prajurit militer dan sebagai wiraswasta.
“Dua-duanya asyik, menjadi militer memang diperintah atasan, banyak suka-dukanya, tapi menjadikan disiplin. Jadi pengusaha gak ada diperintah atasan, sekarang disiplinnya sama Tuhan lah, begitu masuk waktu salat, pergi kita salat,” pungkasnya.(cr15/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/peltu-supriadi.jpg)