Sungai Berderah Dipenuhi Sampah, Nelayan Kesulitan Berlayar dan Sering Gatal-Gatal
Sungai Berderah, terutama yang mengalir di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, dipenuhi sampah yang membuat para nelayan kesulitan berlayar.
"Rencana kita sebenarnya bagaimana sampah itu bisa kita bersihkan dengan cara gotong royong. Hari ini kita juga sudah undang nelayan di kelurahan Terjun yang tergabung dalam komunitas nelayan Indonesia untuk rapat membicarakan bagaimana persoalan sampah ini," ujarnya.
Nomba menuturkan, sampah yang memenuhi Sungai Berderah bukan berasal dari warga sekitar Kelurahan Terjun, melainkan dari daerah hulu.
"Karena sampah itu kan bukan sampah kami. Itu sampah masyarakat di hulu. Itu memang sampah yang dari sana ada, begitu dia hujan, terbawa kemari. Tidak ada hubungan dengan TPA, atau yang lainnya," katanya.
Nomba mengatakan, hal yang sama terjadi saat adanya bangkai babi yang sampai ke aliran Sungai Berderah yang juga berasal dari hulu.
"Sama dengan babi dulu. Kan kami yang menguburkan babi itu. Hari ini kita mau rapat dengan nelayan, bagaimana supaya menimbulkan cinta kebersihan. Kalau cinta kebersihan pasti kalau orang buang sampah kita merasa tidak nyaman," jelasnya.
Ia juga mengatakan, meski telah dilakukan gotong royong dan pembersihan, tetap saja sampah selalu mengalir ke Sungai Berderah.
"Itu sampah tidak sedikit, makanya kalau kita tidak kerjasama mana bisa membersihkan itu. Itu sampahnya berton-ton, dan masalah ini juga sudah sampai ke provinsi," katanya.
Nomba menuturkan, pihaknya berencana melakukan razia sampah kepada masyarakat Kelurahan Terjun agar tidak membuang sampah sembarangan.
"Rencana kami juga mau membuat razia. Bagaimana supaya warga tidak membuang sampah sembarangan. Ini yang sedang kita kejar ke depan, supaya ada perubahan," pungkasnya. (cr14)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/nelayan-membersihkan-sampah-di-sungai-bedera.jpg)