DPRD Sumut Tolak Impor Beras, Minta Pemerintah Serap Gabah Petani Lokal Sumut

Ia mengatakan berdasarkan perjalanannya keliling Sumatera Utara (Sumut), gabah sudah mulai tidak ada yang membeli.

Tribun Medan
Kelompok Tani Matahari Desa Bagan Bilah sedang panen padi beberapa waktu lalu. Saat ini mayoritas rata-rata usia para petani pada usia 40 hingga 50 tahun. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Rencana impor beras sebanyak 1 juta ton mendapat protes keras dari berbagai pihak. Tak hanya di pusat, protes juga datang dari daerah. 

Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara (Sumut), Sugianto Makmur mengatakan rencana impor beras harus segera dibatalkan.

Ia mengatakan berdasarkan perjalanannya keliling Sumatera Utara (Sumut), gabah sudah mulai tidak ada yang membeli.

"Contoh di daerah Dairi sudah turun harganya. Sudah turun pun tidak laku. Jadi masyarakat petani sekarang bingung, untuk kebutuhan diri sendiri tercukupi tapi mereka tidak bisa menjual gabahnya," ujar Sugianto pada wartawan, Rabu (24/3/2021).

Daripada pemerintah impor beras, anggota dewan yang fokus pada permasalahan pertanian, perhutanan dan perdagangan di Sumut ini menyarankan lebih baik pemerintah pada saat ini menyerap gabah dari petani lokal. 

"Saat ini gabah di Jawa Barat sudah turun di bawah Rp 3000. Memang  sejauh ini di Sumut belum turun. Namun, ada kecenderungan bakal turun. Nah, selain gabah di Sumut gabah dari Aceh juga berlebih. Selama ini gabah dari Aceh itu juga dijual ke Sumut," sebutnya.

"Maka kita harus melindungi petani di Sumut. Kita imbau Bulog Sumut untuk menyerap gabah petani kita," lanjutnya. 

Bahkan terkait wacana ini, Dia juga meminta agar Gubernur Sumut berani bersuara untuk menolak. Karena untuk kepentingan petani di Sumut. 

"Saya melihat sejauh ini Gubernur masih kurang peka akan kebutuhan masyarakat kecil. Masyarakat kecil ini simpel hidupnya dia menanam dia memanen itu saja yang dikerjakannya. Maka bagian yang membuat mereka pusing itu harus diintervensi oleh pemerintah. Agar mereka tidak susah hidupnya. Mereka ingin menjual dengan harga yang bagus kalaupun tidak bagus janganlah susah hidupnya," pungkasnya.

(sep/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved