Cerita Ahli Waris Gedung Warenhuis Medan tentang Sejarah Aset ODB

Ahli waris Gedung Warenhuis Ismael angkat bicara terkait aset PT Oscar Deli of Medan Bioscope (ODB Medan) dan status Gedung Warenhuis

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Warga melakukan sesi foto di depan bangunan bersejarah Gedung Warenhuis, Medan, Selasa (24/11/2020). Gedung Warenhuis merupakan supermarket pertama di Medan yang dibangun sekitar tahun 1916, kondisinya terbengkalai sejak bertahun-tahun. 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Satu di antara tim konsultan hukum ahli waris Gedung Warenhuis dari Lembaga Hukum Apindosu Lajo Parmate, Laksamana Adiyaksa, melakukan video call terhadap ahli waris Gedung Werenhuis, Ismael Pulungan, yang berada di Copenhagen, Denmark, Sabtu (20/3/2021).

Sementara, Adiyaksa berada di gedung NTU Academy Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Medan.

Dalam perbincangan video call tersebut, Adiyaksa meminta Ismael angkat bicara terkait aset PT Oscar Deli of Medan Bioscope (ODB Medan) dan status Gedung Warenhuis yang tengah menjadi pembahasan sebagian masyarakat dan Pemerintahan Kota Medan.

Dalam sela-sela perbincangan, Ismael mengapresiasi kunjungan Duta Besar (Dubes) Denmark Perwakilan Republik Indonesia (RI) ke Indonesia terkhusus Kota Medan.

"Mungkin nantinya Dubes Denmark dapat melihat potensi-potensi yang bermanfaat yang mungkin dapat digali secara tukar pikiran. Dengan apa yang dimiliki Denmark saat ini, tentunya banyak yang bisa dipelajari, dari sisi insfrastruktur, pendidikan, energi, dari sisi pariwisata dan lainnya," ujarnya di video call melalui gawai Adiyaksa.

Wali Kota Medan Bobby Nasution saat berkunjung ke bangunan bersejarah Gedung Warenhuis, Rabu (17/3/2021).
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat berkunjung ke bangunan bersejarah Gedung Warenhuis, Rabu (17/3/2021). (Tribun Medan/HO)

Ismael menjelaskan, bahwasanya keberadaannya di Denmark, banyak memiliki kontak dan belajar lebih jauh terkait pengalaman yang dapat ditukar bagi kedua negara antara Denmark dan Indonesia.

Ia juga mengatakan, di negara Denmark sendiri, tepatnya di Copenhagen, ada satu gedung yang mirip dengan Warenhuis. Gedung tersebut bernama, Magasin Du Nord, yang terletak di Ibu Kota Copenhagen yang sangat sentral.

Terkait gedung Warenhuis di Medan, Ismael menyampaikan, bahwa ahli waris sedang konsen terkait pengurusan yang sedang berlanjut.

Di mana gedung Warenhuis merupakan aset dari PT Oscar Deli of Medan Bioscope (ODB Medan).

Ia juga menjelaskan posisi terkait Warenhuis ini sangat unik. Sebab, gedung Warenhuis ini dulunya dinamakan Empire Building atau Empire Bioskop, oleh ahli waris.

"Jadi, gedung itu merupakan salah satu aset yang tidak terpisah dengan aset-aset lainnya yang dimiliki oleh PT ODB Medan. Baik itu, Horas Bioskop, ataukah Deli Bioskop ataukah Medan Bioskop, ada City Bioskop dan ada juga Metro Bioskop di Kampung Keling pada zaman itu. Jadi ini semua merupakan satu kesatuan," tuturnya.

Para ahli waris, terutama tantenya yang berusia hampir 60 tahun dan berdomisili di Jakarta, merupakan anak langsung dari penguasa PT ODB Medan, Alm G Dalip Singh Bath, sangat menyayangkan sikap Pemko Kota Medan sebelum dipimpin Bobby Nasution.

"Kami di sini utamanya, para ahli waris yang terdiri dari generasi kedua dan ketiga. Bahkan, saya yang masih memiliki tante berdomisili di Jakarta, berusia hampir 60 tahun, adalah anak langsung Alm G Dalip Singh Bath, penguasa PT ODB Medan, sangat menyayangkan apa yang diambil oleh pemerintahan Kota Medan sebelumnya," katanya.

Gedung Warenhuis yang merupakan satu dari beberapa bangunan bersejarah di Kota Medan, yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat.
Gedung Warenhuis yang merupakan satu dari beberapa bangunan bersejarah di Kota Medan, yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat. (Tribun-medan.com/Rechtin)

Ismael juga menerangkan, selama ini ahli waris Warenhuis secara kekeluargaan sudah mencoba menyelesaikan permasalahan ini. Bahkan, sejak 1980-an.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved