Istri Meninggal Dibakar Suami

Pilu, Kisah Istri yang Dibakar Suami Merintih Kesakitan saat Dirawat Sebelum Meninggal

Rani Andriani, korban pembakaran suami akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Supriyati, ibunda korban Rani Andriani, meratapi kepergian putrinya yang dibakar oleh suami, di rumah duka Jalan Sederhana Gang Bakung 32, Sabtu (20/3/2021). 

T R I B U N-MEDAN.com,MEDAN-Rani Andriani, istri yang dibakar oleh suaminya mengembuskan nafas terakhir di RSUP H Adam Malik Medan, Sabtu (20/3/2021) dinihari.

Kabar duka itu sebelumnya disampaikan Supriyati, ibu kandung Rani Andriani lewat telepon genggam.

Menurut Supriyati, anaknya itu meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama satu bulan penuh.

Baca juga: INNALILLAHI, Istri yang Dibakar Suami Meninggal Dunia Setelah Sebulan Dirawat

Pascadikabarkan meninggal dunia, rumah Rani Andriani di Jalan Pasar VII Beringin, Desa Tembung dipadati sejumlah pelayat.

Ibu korban, Supriyati ketika ditemui www.tribun-medan.com tampak sesenggukan.

Kedua matanya bengkak, dan sesekali terlihat menyeka air mata yang menetes dipipinya. 

Ketika diwawancarai ulang, Supriyati yang akrab disapa Yati mengisahkan bagaimana penderitaan anak pertamanya itu saat menjalani perawatan.

Baca juga: KABAR TERBARU Suami Bakar Istri karena Dapati Pasangannya Selingkuh dengan Saudara Sedarah Sendiri

Saat tim medis memasang alat bantu nafas, Rani Andriani yang mengalami luka bakar 65 persen merintih kesakitan.

"Saat alat bantu (nafas) itu akan dimasukkan, Rani awalnya menolak. Namun dia akhirnya mau, dan sempat saya dengar suara (rintihan) kesakitan," kata Yati menundukkan kepala dalam-dalam.

Melihat putrinya kesakitan, Yanti pun cuma bisa menahan nafas.

Dia tak berani meneteskan air mata di hadapan Rani Andriani, lantaran takut mental anaknya itu semakin drop.

Baca juga: KESAL Suami Bakar Rumah Gegara Dilarang Istri Makan Daging Anjing dan Minum Alkohol bersama Teman

"Suster pun sempat menenangkannya," kata Yati.

Dengan penuh kehati-hatian, suster rumah sakit akhirnya berhasil memasang alat bantu nafas.

Kendati demikian, Tuhan berkehendak lain.

Rani Andriani dipanggil Sang Pencipta pada Sabtu (20/3/2021) dinihari.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved