News Video
Wajah Penyiksa Balita Saat Ditangkap Polisi, Tak Lagi Garang Setelah Masuk Sel dan Kena Ancaman
Wajah penyiksa balita yang meninju dada korban sebanyak tujuh kali, sudah tak lagi garang saat berada di dalam sel tahanan polisi.
Wajah Penyiksa Balita Saat Ditangkap Polisi, Tak Lagi Garang Setelah Masuk Sel dan Kena Ancaman
TRIBUN-MEDAN.COM - Wajah penyiksa balita yang meninju dada korban sebanyak tujuh kali, sudah tak lagi garang saat berada di dalam sel tahanan polisi.
Pelaku yang tampak tidak menggunakan pakaian, hanya bisa berdiam diri di depan jeruji besi.
Seorang tahanan berbadan tegap lalu datang mendekatinya.
"Nah ini dia pelakunya, cemana kita jedotin," kata pria berambut cepak itu ke perekam video.
"Jangan, jangan, jangan jedotin," kata perekam video.
"Nanti kita bina ya disini," seru tahanan pria berbadan tegap.
"Iya bina saja, binasakan," jawab perekam video.
Dijelaskan si pria berbadan tegap, pelaku juga harus merasakan apa yang dirasakan anak kecil yang menjadi korban.
"Kamu juga harus merasakan apa yang dirasakan anak kecil itu rasakan ya," kata si pria itu sambil memegang kepala pelaku.
Sebelumnya, pria berinisial AS yang menyiksa balita akihirnya ditangkap polisi.
AS ditangkap setelah videonya beredar di media sosial dan mendapat kecaman dari banyak orang.
Dalam video itu, AS melayangkan tujuh tinjuan ke arah perut balita.
Pukulannya cukup keras hingga terdengar 'pokkk!'
Balita itu tak menangis.
Melihat wajah balita lemas, pria itu bukan kasihan malah terus memukul.
"Kenapa mau muntah? sono," ucap pria itu sambil kembali melayangkan tinjuan.
Tonton video:
Korban adalah balita berusia 2 tahun 4 bulan.
Peristiwa pemukulan dilakukan AS pada Februari 2021.
Balita itu adalah anak kakak pacar AS.
AS tersulut emosi karena korban menjatuhkan ponsel milik AS.
Pacar AS yang mengetahui kejadian ini langsung melaporkan ke orangtua korban, selanjutnya membuat laporan polisi ke Polresta Tangerang.
Pelaku pacar bibi korban
Terungkap fakta baru kasus pria dewasa siksa balita, ternyata pelaku adalah pacar bibi korban.
Video pria dewasa siksa balita viral di media sosial.
Polisi kemudian bergerak cepat dengan menangkap tersangka Angga Santana Dewa (27).
Usut punya usut, Angga merupakan pacar dari Bibi korban.
"Identitasnya, pelaku ini adalah kekasih dari Bibi korban berinisial AW," kaya Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro di Mapolresta Tangerang, Selasa (16/3/2021).
Peristiwa kekerasan dan penganiayaan terhadap anak dibawah umur itu bermula saat pelaku pada (28/2/2021) lalu.
Angga mendatangi rumah korban di Kampung Tari Kolot, RT011/002, Desa Sukanagara, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Saat itu, tersangka Angga mengantar pacarnya dan membawa korban main ke rumah pelaku di Desa Sindang Sono, Kabupaten Tangerang.
Kemudian sekira pukul 13.30 WIB, Angga yang saat itu sedang tertidur, terbangun atas tangisan korban.
Korban pada saat itu juga melakukan penganiayaan seperti terekam dalam video yang beredar itu.
"Dan baru dilaporkan Senin kemarin (15/3/2021). Kejadian itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah pelaku terbangun dari tidurnya, karena korban menangis," jelas Wahyu.
Sebelumnya diberitakan, sebuah rekaman video pemukulan kepada anak kecil di bawah umur mendadak viral di media sosial.
Dalam rekaman video berdurasi 1 menit 51 detik tersebut menayangkan kejadian yang sangat memilukan.
Tampak seorang anak kecil berumur dua tahun empat bulan menggunakan baju dan celana putih duduk di sebelah pria bernama Angga Santana Dewa.
Di awal percakapan, tampak korban melambaikan tangan ke arah handphone milik pelaku Angga.
"Hi, hi," penggalan kalimat yang diucapkan korban di menit-menit awal video yang juga tampak Angga sedang menyalakan rokok.
Adegan selanjutnya, pelaku Angga menanyakan kenapa korban selalu diam saat diajak ngobrol dan ditanya.
Korban pun tidak mengeluarkan satu kata pun dari mulutnya sambil menatap takut ke mata pelaku.
Tak berselang lama, bogem mentah melayang dari tangan pelaku Angga ke arah dada korban.
Korban yang diselimuti rasa takut pun gergeming, tidak membalas, teriak, atau pun kabur.
Sehingga pukulan kedua mendarat lagi ke bagian perut korbannya.
"Jawab, kenapa diem aja kalau om main ke rumah?," penggalan omongan pelaku sebelum melayangkan bogem mentah ke anak kecil.
Saat TribunJakarta.com menyaksikan video tersebut, terhitung pelaku Angga memukul korban ke arah perut dan dada lebih dari lima kali.
Pemukulan dilakukan di tengah dan akhir video yang ia rekam sendiri menggunakan hanphone pribadinya.
Selama itu pula korban terdiam bak terpaku ditempat ia duduk sambil menahan sakit dan takut.
Diketahui kejadian tersebut terjadi pada 28 Februari 2021 sekira pukul 13.00 WIB di Kabupaten Tangerang.
Video tersebut pun viral pada Senin (15/3/2021) malam namun, pada saat itu ternyata pelaku Angga sudah diamankan Polresta Tangerang.
Foto Angga saat diamankan pun tidak segarang saat dia menyiksa anak kecil.
Ia tertegun malu, sambil duduk seperti layaknya wanita dan menyender disebuah sofa.(*)