UPDATE Pembunuhan Istri Mantan Sekda Siantar, Polisi Sebut Pelaku Hanya Satu Orang
Kepolisian hingga kini masih melengkapi berkas perkara kasus pembunuhan Riamsa Nainggolan (73), istri dari almarhum mantan Sekda Siantar
Penulis: Alija Magribi | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan / Alija Magribi
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kepolisian hingga kini masih melengkapi berkas perkara kasus pembunuhan Riamsa Nainggolan (73), istri dari almarhum mantan Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Togar Batubara.
Saat ini, polisi masih menanti hasil visum dari Instalasi Forensik RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pematangsiantar AKP Edi Sukamto mengatakan, pihaknya telah memeriksa saksi-saksi dalam kasus tewasnya Riamsa Nainggolan.
Kepolisian juga telah menangkap seorang pelaku bernama Rohayani Purba (33).
"Untuk saksi saksi dalam kasus tewasnya istri mantan Sekda yang dibunuh sudah kita periksa. Tinggal menunggu hasil visum yang belum keluar dari rumah sakit," ujar AKP Edi Sukamto dihubungi, Selasa (16/3/2021).
Edi menambahkan, dalang dalam peristiwa tewasnya istri mantan Sekda Siantar tersebut dilakukan satu orang pelaku yakni, Rohayani Purba hanya seorang diri.
"Untuk pelaku pembunuhannya satu orang, yakni Rohayani Br Purba. Dari hasil keterangan pelaku juga, dia melakukan pembunuhan itu hanya seorang diri," kata Edi.
Nantinya, setelah hasil visum dari Forensik RSUD Djasmen Saragih Pematangsiantar diperoleh, Satreskrim Polres Pematangsiantar akan melimpahkan perkara ini ke Kejaksaan Negeri Pematangsiantar.
"Tinggal menunggu hasil visumnya, kemungkinan besok kita ambil hasil visumnya. Setelah keluar hasil visumnya berkas perkaranya kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Pematangsiantar," tutup Edi.
Rohayani br Purba sendiri ditangkap saat berada di sebuah rumah makan di Kawasan Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Medan Petisah, Kota Medan Petisah, pada Selasa (2/3/2021) lalu.
Pelaku adalah penyewa kamar indekos milik korban Riamsa Nainggolan.
Rohayani yang biasa dipanggil Gea di lingkungan tersebut mengakui membunuh Riamsa Nainggolan karena dendam.
Ia merasa kecewa dengan sikap Riamsa saat meminta uang kos dengan cara mempermalukan di depan umum dan marah-marah.
(Alija/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rumah-riamsa-sekda.jpg)