News Video
Detik-detik Pelepasliaran Harimau Sumatra Menggunakan Helikopter di Taman Nasional Gunung Leuser
Seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) jantan, yang diberi nama Suro, kembali ke habitat alaminya di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: M.Andimaz Kahfi
Detik-detik Pelepasliaran Harimau Sumatra Menggunakan Helikopter di Taman Nasional Gunung Leuser
TRIBUN-MEDAN.COM - Seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) jantan, yang diberi nama Suro, kembali ke habitat alaminya di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Sabtu (13/3/2021) lalu.
Kegiatan pelepasliaran ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara.
Baca juga: Nasib Buah Ini Dulu Dibuang-buang, Siapa Sangka Kini Harganya Menggila karena Khasiatnya
Kemudian, Direktorat KKH, Tiger Project UNDP, Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP), Forum Konservasi Leuser (FKL), dan Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan.
Harimau yang memiliki umur sekitar 5 sampai 6 tahun, dengan berat lebih kurang 100 kg, di lepas liarkan dan menambah populasi harimau sumatera di alam.
Informasi yang dihimpun sebelumnya, harimau yang bernama suro dievakuasi melalui perangkap jebak (box trap) akibat konflik di Desa Pangkalan Sulampi, Kecamatan Suro Makmur, Kabupaten Aceh Singkil.
Baca juga: Satpam Makan Nasi Lauk Bawang, Padahal Gaji Cukup Untuk Makan Enak, Rupanya Disisihkan Untuk Ini?
Setelah di evakuasi harimau sumatra Suro dititipkan sementara ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara di Lembaga Konservasi Barumun Nagari Wildlife Sanctuary, Kabupaten Padang Lawas Sumatera Utara.
Untuk memberikan kenyamanan, serta guna dilakukan observasi lebih jauh oleh Tim medis BKSDA Aceh, FKL, BBKSDA Sumatera Utara, dan Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan.
Baca juga: Viral Aksi Brutal Pria Tonjok Wanita Berhijab di Jalan Sepi Hingga Tercampak Nyaris Kena Tembok
"Sambil menunggu kajian kelayakan lokasi pelepasliaran yang sedang dilakukan oleh tim," kata Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) KLHK, Indra Exploitasia, Senin (15/3/2021).
Lanjut Indra, ia mengapresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang mendukung pelepasliaran, yang merupakan bentuk kolaborasi multipihak dalam upaya pelestarian harimau sumatra.
"Melalui UPT Direktorat Jenderal KSDAE, kami terus melakukan upaya mitigasi dan penanganan konflik satwa liar di seluruh wilayah kerjanya, termasuk pelibatan masyarakat dan pemerintah daerah dalam mendukung konservasi satwa liar," jelasnya.
Baca juga: Fakta Mengejutkan di Balik Pengantin Wanita Naik Sepeda Motor Jemput Calon Pengantin Pria Ketiduran?
(cr23/tribun-medan.com)