Bayi di Dalam Plastik Dibuang ke Sungai Denai, Ada Batu Sebagai Pemberat, Ini Penjelasan Polisi
Aparat Polsek Medan Area melakukan penyelidikan kasus bayi dibuang di Sungai Denai, Jalan Raya Menteng, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aparat Polsek Medan Area melakukan penyelidikan kasus bayi dibuang di Sungai Denai, Jalan Raya Menteng, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai.
Hasil penyelidikan sementara, ada saksi yang melihat pria dan wanita berboncengan menaiki sepeda motor dan membuang bayi di bawah jembatan Sungai Denai.
Adapun bayi itu ditemukan seorang wanita sakit jiwa. Warga kemudian meminta bayi tersebut, untuk dibawa ke rumah sakit. Nahas, bayi laki-laki itu akhirnya meninggal dunia.
Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu Rianto menerangkan berdasarkan keterangan para saksi bahwa penemuan bayi tersebut pada Minggu 14 Maret 2021 sekitar pukul 10.50 WIB.
Baca juga: Wali Kota Bobby Nasution Diminta Berani Pecat Bawahan yang Tak Becus Bekerja di Kasus Insentif Nakes
Baca juga: Kadisnya Tak Becus Bekerja, Menantu Presiden Terpaksa Minta Maaf Kepada Tenaga Kesehatan
Tim piket Polsek Medan Area menerima laporan dari masyarakat adanya penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki di bawah jembatan Sungai Denai, dan telah diamankan ke Rumah Sakit Ridos.
"Polisi langsung meluncur ke RS Ridos dan menemukan bayi telah meninggal dunia," bebernya, Senin (15/3/2021).
Rianto menerangkan berdasarkan keterangan dokter jaga rumah sakit bahwa pada saat bayi dibawa ke rumah sakit masih bernyawa, dan sekira pukul 11.22 WIB bayi itu dinyatakan meninggal dunia.
"Kemudian personel mendatangi TKP bayi pertama kali ditemukan dan mengamankan seorang perempuan tanpa identitas yang diduga mengalami gangguan kejiwaan," jelasnya.
Berdasarkan hasil keterangan saksi dan masyarakat sekitar, sambung Rianto, bahwa sekira pukul 10.00 WIB masyarakat melihat wanita sakit jiwa tersebut menggendong bayi.
Lalu masyarakat berusaha membujuk dan mengambil bayi tersebut, lalu saksi Nova Azizah Manurung membawa bayi itu dalam keadaan masih bernyawa ke RS Ridos.
"Selanjutnya Kepling XVI Kelurahan Binjai Muklis, memanggil ambulans PMI dan sekira pukul 13.06 WIB wanita tanpa identitas beserta bayi yang meninggal tersebut dibawa ke RS Pirngadi Medan untuk mendapatkan pertolongan," beber Rianto.
Baca juga: Gisel Ternyata Diam-diam Masih Simpan Foto Gading Marten, Nahan Tangis Saat Ungkap Alasannya
Baca juga: Sun Plaza Bagi-Bagi Voucher Kepada Pengunjung Mal, Rayakan Anniversary Ke 17 Tahun
Sesampainya di RS Pirngadi, polisi menanyai wanita tanpa identitas tersebut. Dalam keterangannya disebutkan bahwa pada Rabu 10 Maret 2021 sekitar pukul 01.00 WIB dirinya melihat dua orang, laki-laki dan perempuan berboncengan menggunakan sepeda motor warna merah menggunakan masker membuang bungkusan plastik warna hitam dari atas jembatan Sungai Denai.
Kemudian keduanya pergi meninggalkan lokasi.
Lalu wanita tanpa identitas itu mengambil bungkusan plastik dan menemukan seorang bayi dengan ari-arinya dibalut kain dan di dalam plastik terdapat batu sebagai pemberat.
"Kemudian bayi tersebut dibawa-bawa oleh wanita tanpa identitas tersebut selama beberapa hari hingga akhirnya bayi tersebut diamankan oleh warga yang melihat," bebernya.
Kemudian Tim Inafis Polrestabes Medan tiba di RS Pirngadi Medan untuk melakukan identifikasi.
Baca juga: Sempat Dihukum 18 Tahun 7 Bulan di 14 Penjara, Begini Sosok Anton Medan di Mata Anak-anaknya
Diberitakan sebelumnya, seorang wanita sakit jiwa menemukan bayi malang tersebut di bantaran Sungai Denai pada Minggu (15/3/2021) siang.
Bayi itu kemudian digendong wanita tersebut, lalu membawanya ke atas tepat di bawah jembatan.
Wanita sakit jiwa itu juga membungkus bayi yang diketahui berjenis kelamin laki-laki tersebut dengan plastik putih dan dibalut lagi oleh kain gendong berwarna biru.
Kejadian ini mendapat perhatian warga sekitar. Satu per satu warga berdatangan.
Tak ayal, wanita yang menggendong bayi tersebut menjadi tontonan warga.
Beberapa orang warga akhirnya mencoba menanyakan status tentang bayi tersebut, apakah anaknya atau bukan.
Namun, wanita yang mengenakan kemeja ungu dan training biru tersebut sama sekali tak menjawab pertanyaan warga.
Setelah semakin ramai, sejumlah warga sekitar mencoba membujuk wanita sakit jiwa itu untuk menyerahkan bayi tersebut.
Namun, wanita tersebut memberontak dan menolak memberikan kepada warga.
Warga pun terus berdatangan sehingga menjadi tontonan warga.
Hingga akhirnya dengan sedikit paksaan, warga berhasil membawa bayi tersebut ke Rumah Sakit Ridos, Medan Denai.
Sesaat bayi itu diambil, wanita sakit jiwa tersebut berpura-pura pingsan di tengah jalan.
Kepala Lingkungan XVI Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Sutarno Mukhlis menerangkan awalnya warga dihebohkan penemuan jenazah bayi oleh seorang kurang waras di bawah jembatan Sungai Denai.
"Temuannya di bawah jembatan Sungai Denai di samping Masjid Al Hasanah. Awal menemukannya warga, saya pun dapat kabar dari warga," ungkapnya, Senin (15/3/2021).
Ia menjelaskan bahwa pihak warga awalnya mengira bayi tersebut adalah anak dari wanita yang sakit jiwa tersebut, padahal sebenarnya tidak.
"Kami pikir yang megang itu orangtuanya, selanjutnya orang yang sering-sering di sekitar situ mengetahui bahwasanya itu bukan orangtuanya, bayi itu dibuang oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab," bebernya.
Selanjutnya, ketika mengetahui bayi malang itu bukan anak dari wanita sakit jiwa tersebut, Sutarno membeberkan bayi itu langsung diamankan warga dalam keadaan masih hidup.
"Pendapat warga sudah meninggal, tapi sesudah kami tahu bahwasanya wanita itu bukan orangtuanya lalu bayi itu diambil, dan keadaannya masih hidup," bebernya
Nahas, bayi laki-laki itu meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit.
"Bayinya kami bawa ke rumah sakit Ridos, sampai di rumah sakit bayi sudah tidak ada (meninggal)," ungkapnya.
(vic/tribunmedan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/petugas-inafis-polrestabes-medan-identifikasi-jenazah-bayi-yang-dibuang.jpg)