Suami Bunuh Istri dan Anaknya, Sempat Beli Bunga Rayakan Hari Perempuan Internasional Sebelum Aksi

Seorang suami di Hanoi, Vietnam, membunuh istri dan anaknya yang berusia 7 tahun dengan menggunakan pisau.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
eva.vn
Seorang suami membunuh istri dan anaknya saat Hari Perempuan Internasional. 

TRIBUN-MEDAN.com – Seorang suami di Hanoi, Vietnam, membunuh istri dan anaknya yang berusia 7 tahun dengan menggunakan pisau.

Setelah membunuh istri dan anaknya, ia kemudian melakukan percobaan bunuh diri, tetapi gagal.

Menurut cerita tetangga, sebelum mengetahui bahwa istrinya yang berinisial H dan putrinya dibunuh oleh suaminya, warga masih melihat korban dan suami serta anaknya membeli bunga.

Mereka membeli bunga pada 8 Maret, tepat pada Hari Perempuan Internasional.

Terkait kasus pembunuhan suami terhadap istri dan putrinya yang berusia 7 tahun pada 8 Maret,  polisi Distrik Dong Anh, Hanoi, terus menyelidiki dan mengklarifikasi kasus pembunuhan tragis ini.

Tetangga yang bernama Mai (bukan nama sebenarnya), yang tinggal di dekat rumah korban mengatakan, tidak ada yang mendengar atau mengetahui apa pun tentang pembunuhan tersebut sampai tengah hari.

Rumah tempat pembunuhan seorang suami terhadap istri dan anaknya saat Hari Perempuan Internasional.
Rumah tempat pembunuhan seorang suami terhadap istri dan anaknya saat Hari Perempuan Internasional. (eva.vn)

Mereka baru mengetahui adanya pembunuhan ketika orang-orang melihat polisi datang ke rumah di mana Nyonya H dan putrinya tinggal.

Rumah kecil tempat terjadinya kejahatan di gang yang dalam, cukup jauh dari pemukiman penduduk.

Ini adalah rumah yang dibeli Nyonya H dan tinggal bersama putrinya selama bertahun-tahun.

“Sejauh yang saya tahu, setelah membunuh istri dan putrinya, suaminya menelepon untuk melaporkan kejadian ini. Ketika polisi datang, kami penasaran dan ingin tahu, sekarang kami tahu bahwa telah terjadi pembunuhan,” tutur Mai.

Menurut Mai, sebelum kasus tersebut, ia juga melihat Nyonya H pergi membeli bunga bersama suami dan putrinya dalam rangka Hari Perempuan Internasional.

“Suaminya jarang muncul di sini. Setiap ketemu, saya pakai masker, jadi saya tidak pernah melihat wajahnya. Sedangkan untuk istrinya yang bekerja di kota, beberapa kali saya melihatnya, saya melihatnya sebagai orang yang lembut.

"Belum pernah terlihat pasangan itu berbicara dengan keras atau berkata buruk satu sama lain sejak mereka pindah ke sini,” kata Mai.

Polisi menutup rumah tempat pembunuhan itu terjadi.
Polisi menutup rumah tempat pembunuhan itu terjadi. (eva.vn)

Korban pembunuhan adalah Nyonya TH yang lahir 1983 dan putrinya yang lahir pada 2014.

Mereka  kemudian tinggal bersama di Komune Dai Mach, distrik Dong Anh.

Sebelumnya, pada sore hari tanggal 8 Maret, polisi distrik Dong Anh, menerima laporan berita di sebuah kamar kos di komune Dai Mach, di mana sang suami membunuh istrinya dan putrinya yang berusia 7 tahun.

Sang Suami membunuh istri dan anaknya dengan pisau, kemudian bunuh diri tetapi gagal dan dibawa ke ruang gawat darurat rumah sakit.

Saat ini motif pemnbunuhan tersebut terus diselidiki dan diklarifikasi.

(yui/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved