News Video
Perdana Dilaksanakan Hari Ini, Rumah Sakit Murni Teguh Stok 3000 Dosis untuk Vaksin Lansia
Tampak seorang lansia perempuan harus menunggu untuk dapat pengecekkan tensi kembali lantaran ia tak menyangka tensinya tiba-tiba naik secara cepat.
Perdana Dilaksanakan Hari Ini, Rumah Sakit Murni Teguh Stok 3000 Dosis untuk Vaksin Lansia
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rumah Sakit Murni Teguh Medan perdana melakukan vaksinasi kepada kelompok lansia di ruangan Poliklinik Lantai 2, Kamis (4/3/2021).
Amatan Tribun Medan, para lansia bersama pendamping tampak mengantri sambil menunggu giliran setelah sebelumnya melakukan pendaftaran melalui WhatsApp.
"Untuk menghindari kerumunan kita buat jadwal agar dapat menjaga protokol kesehatan karena satu pasien itu bisa menghabiskan waktu sekitar satu jam dalam prosesnya mulai dari screening sampai di ruang observasi," ungkap Kahumas RS Murni Teguh, Herman Ramli.
Berdasarkan informasi Herman, RS Murni Teguh menyediakan stok vaksin sebanyak 300 vial vaksin atau sebanyak 3000 dosis yang dapat melayani 1500 penerima vaksin untuk kelompok lansia.
"Dropping kita terakhir dari Dinkes kota Medan ada sebanyak 300 vial multidose artinya ada sekitar 3000 dosen suntikan, sementara itu lebih dari cukup. Pelaksanaan vaksinasi setiap harinya kita laporkan ke Dinas Kesehatan agar bisa dipantau," ujarnya.
Adapun pelaksanaan vaksinasi lansia ini dilakukan untuk usia 60 tahun ke atas, bahkan Herman mengatakan ada lansia berusia 80 tahun yang masih semangat untuk mengikuti vaksinasi.
Lansia punya Hipertensi Ditunda
Namun, Herman juga turut mengakui bahwa ada beberapa lansia yang mengalami penundaan lantaran tekanan darah yang mendadak tinggi.
"Kalau tadi memang ada yang penundaan tapi ini dia mau ditensi lagi. Yang paling sering kejadian seperti ini karena hipertensi dan banyak sebenarnya hal lain yang menjadi standar satgas, tidak memungkinkan untuk vaksinasi dan butuh waktu 15-20 menit untuk bisa dilihat lagi tensinya," tuturnya.
Menurut Herman, munculnya indikasi hipertensi ini diduga akibat adanya rasa deg-degan atau faktor kurang tidur yang bisa menyebabkan vaksinasi tertunda.
Tampak seorang lansia perempuan harus menunggu untuk dapat pengecekkan tensi kembali lantaran ia tak menyangka tensinya tiba-tiba naik secara cepat.
"Pas di rumah tensi masih 100 pas dicek tadi rupanya udah 180 aja. Inilah mau nunggu biar dites lagi," ujarnya.
Beberapa lansia yang mengalami penundaan tampak duduk di luar ruangan untuk mengatur kondisi tubuh agar dapat mencoba tes tensi kembali.
Terkait hal ini, Herman menyarankan agar para lansia yang ingin mendapatkan vaksinasi namun terkendala dengan tekanan tensi yang tinggi dapat melakukan konsultasi ataupun menjaga pola makan dengan mengurangi makanan mengandung garam.