Kudeta Partai Demokrat

Jhoni Allen Marbun Bongkar “Kelicikan” SBY, Kudeta Anas Urbaningrum, Bukan Pendiri Partai Demokrat

POLITISI Senior Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun blak-blakan perihal tuduhan kudeta yang disampaikan AHY. 

Istimewa/Tribunnews.com
KADER PARTAI DEMOKRAT,Jhon Allen Marbun disebut-sebut menyusun rencana menggulingkan Ketua UMUM AHY. 

TRIBUN-MEDAN.COM - POLITISI Senior Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun blak-blakan perihal tuduhan kudeta yang disampaikan AHY. 

Kini, Jhoni Allen Marbun dipecat dari Partai Demokrat

Akan tetapi, Jhoni Allen Marbun menyebutkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang melakukan kudeta di Partai Demokrat. 

KADER PARTAI DEMOKRAT,Jhon Allen Marbun disebut-sebut menyusun rencana menggulingkan Ketua UMUM AHY.
KADER PARTAI DEMOKRAT,Jhon Allen Marbun disebut-sebut menyusun rencana menggulingkan Ketua UMUM AHY. (Istimewa/Tribunnews.com)

Ia menuding, SBY yang melakukan kudeta rebut kepemimpinan Partai Demokrat dari Anas Urbaningrum

Hal itu ia sampaikan lewat video berdurasi sembilan menit yang tersebar di media sosial. 

Jhoni mengatakan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat pada 2021 akan membawa Partai Demokrat menjadi partai modern dan terbuka, bukan partai dinasti. 

Baca juga: BEBAS di Medan, Rahudman Harahap Rasakan Kerasnya Palu Vonis Artidjo Alkostar

Baca juga: Harta Kekayaan Artidjo Alkosta Selama 18 Tahun Jadi Hakim Agung, Dikenal Algojo Para Koruptor

Menurut Jhoni, Demokrat telah dianggap sebagai partai dinasti sejak 2013 saat SBY menjadi Ketua Umum dan putranya, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menjadi Sekjen melalui KLB.

"Ini baru pertama kali di Indonesia bahkan di dunia dimana pengurus partai politik, Partai Demokrat, bapaknya, SBY (menjadi) ketua umum dan anaknya (menjabat) Sekjen," kata Jhoni. 

Jhoni mengatakan, apa yang dilakukan SBY pada 2013 itu merupakan bentuk pengingkaran fakta sejarah lahirnya Partai Demokrat

Anggota DPR Partai Demokrat ini mengatakan, SBY tidak mengeluarkan keringat dalam pendirian Partai Demokrat pada 2004. 

Partai Demokrat berhasil lolos menjadi peserta Pemilu 2004, kata Jhoni, merupakan hasil kerja keras pendiri dan pengurus di seluruh Indonesia. 

"Demi Tuhan. Saya bersaksi bahwa SBY tidak berkeringat sama sekali, apalagi berdarah darah sebagaimana pernyataanya diberbagai kesempatan," ujarnya. 

Mantan Timses Anas Urbaningrum ini menyatakan SBY bergabung ke Demokrat setelah Demokrat lolos sebagai peserta Pemilu 2004. 

Saat itu, istri SBY, Ani Yudhoyono dimasukkan menjadi Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokkrat dan hanya menyumbang uang Rp 100 juta.

Jhoni mengungkap, SBY baru muncul di acara Partai Demokrat setelah mundur dari Kabinet Presiden Megawati. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved