Datangi Lokasi Food Estate, Jokowi Bicara Blak-blakan ke Gubernur NTT yang Dikenal Galak: Mohon Maaf

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke wilayahnya. 

Ist via Tribun Jambi
Presiden Indonesia Joko Widodo ( Jokowi) - Datangi Lokasi Food Estate, Jokowi Bicara Blak-blakan ke Gubernur NTT yang Dikenal Galak: Mohon Maaf 

Menurut Jokowi, pemerintah telah menyiapkan 5.000 hektare lahan untuk kepentingan lumbung pangan ini.

Sebanyak 3.000 hektare lahan akan ditanam padi dan 2.000 hektare ditanami jagung.

Ke depan, lahan akan diperluas hingga 10.000 hektare yang dimanfaatkan untuk padi sebesar 5.600 hektare dan untuk jagung 4.400 hektare.

Baca juga: Jangan Langsung Tuduh tak Perawan! Wanita tak Berdarah saat Malam Pertama, Ini Penyebabnya

Meski lahan sudah disiapkan, Jokowi mengungkap, masih terdapat persoalan ketercukupan air. Untuk mengatasi hal ini dilakukan pembangunan sumur bor hingga embung.

"Tadi kita lihat sudah dibangun di 2015-2018 sumur bor yang masuk ke sawah, juga ada embung di sini. Beberapa embung besar juga sudah dibangun, tapi masih jauh dari cukup, masih kurang," ujar Jokowi.

"Tadi Pak Bupati masih minta tambahan lagi, Pak Gubernur juga minta dibuatkan satu bendungan untuk di Kabupaten Sumba Tengah dan sekitarnya," katanya.

Baca juga: Para Suami Wajib Tahu, Temukan G-spot saat Istri Pura-pura Orgasme, Kenali Ciri-ciri Wanita Orgasme

Jokowi menyebut dirinya telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengkaji kemungkinan dibangunnya waduk atau bendungan di wilayah tersebut.

Ia berharap, lumbung pangan di Sumba Tengah dapat turut membangun ketahanan pangan nasiojal dan menjadi percontohan daerah lain.

"Saya meyakini food estate yang ada di Kalimantan Tengah, food estate yang ada di Sumatera Utara, dan juga food estate yang ada di NTT ini akan bisa kita membangun sebuah ketahanan pangan yang baik untuk negara kita dan nanti akan kita fotokopi untuk juga di provinsi-provinsi yang lain yang memiliki kesiapan," kata Jokowi.

Dalam sebuah kesempatan sebelumnya, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, berterus terang soal tabiatnya di hadapan ratusan aparatur sipil negara (ASN) lingkup Setda NTT.

Baca juga: Lupa Jumlah Utang Puasa Ramadan Akibat Puasanya Bolong? Ini Cara Membayar atau Meng-qadha Puasa

Viktor menyampaikan itu di halaman kantor gubernur NTT, Senin (7/1/2019) pagi.

"Gubernur kalian ini kelihatan galak tapi hatinya baik," ucap Viktor, yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan ratusan ASN. Penyampaian Viktor itu menyusul pernyataan dan sejumlah kebijakannya yang tidak lazim dirasakan oleh ASN.Satu di antaranya yakni pemberian hukuman bagi 143 ASN yang tidak disiplin. Ratusan ASN itu memakai rompi orange yang bertuliskan 'Saya Tidak Disiplin', saat mengikuti apel perdana di tahun 2019.

Viktor mengaku, dirinya punya mimpi besar untuk menyejahterakan rakyat NTT dan mengeluarkan stigma buruk NTT sebagai provinsi termiskin ketiga di Indonesia.

Baca juga: Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud, Lengkap Tata Cara dan Keutamaan Sholat Sepertiga Malam

Karena itu, langkah pertama yang dilakukan yakni mengubah pola pikir masyarakat dan juga menegakan disiplin bagi ASN sebagai pelayan masyarakat.

"Sekarang ini saya lihat para ASN ini, kena panas dan hujan sedikit saja sudah setengah mati. Saya ingin nanti kita berkumpul dan kita berhujan-hujan selama 10 hari bertahan terus di dalam hujan dan panas. Saya mau lihat ada yang tahan panas dan hujan atau tidak," ucap Viktor.

Sumber: Grid.ID
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved