Anggota TNI AL Letuskan Senjata Takuti Warga, Dituding Lakukan Intimidasi Terkait Lahan
Masyarakat yang tergabung dalam Koperasi Tani Mandiri merasa ketakutan lantaran diintimidasi anggota TNI AL terkait masalah lahan
Kala itu, anggota TNI AL datang ke lahan sengketa memaksa masyarakat untuk kembali mendirikan plang yang dirobohkan.
Alasannya, lahan itu adalah milik TNI AL. Sehingga tak seorang pun boleh berada di lokasi.
"Karena masyarakat menolak (untuk memasang kembali plang), dilepaskannya lah peluru itu ke udara sebanyak tiga kali.
Karena sudah takut, jadi warga pun mengikut saja,” kata Wahyudi.
Apa yang disampaikan Wahyudi kembali disanggah Letkol Laut Robinson Hendrik Etwiory.
Baca juga: Identitas 5 Oknum TNI- Polri yang Khianati Indonesia, Dipecat hingga Dipenjara Seumur Hidup
Meskipun anggotanya datang ke lokasi membawa senjata, itu semata-mata mengikuti prosedur yang berlaku.
"Itu perintah saya (bawa senjata), itu sudah SOP untuk menjaga-jaga saja.
Tidak ada letusan yang dikeluarkan. Ini semua ada pertanggungjawabannya," kata Robinson.
Dia mengatakan, bahwa pengamanan membawa senjata sudah sering dilakukan.
Apalagi di lokasi tersebut sering terjadi bentrok antara koperasi dengan kelompok tani.
Maka dari itu, anggota TNI AL datang ke lokasi bawa senjata untuk menjaga diri.
Baca juga: Oknum TNI LGBT Buat Kelompok Nyerempet TNI Pimpinanya Berpangkat Sersan, Mabes TNI Buka Suara. .
"Kalau mereka membawa sajam, kami bagaimana? Itulah SOP," katanya lagi.
Meski bersikukuh tidak ada meletuskan tembakan ke udara untuk menakuti masyarakat, namun pihak koperasi mengatakan bahwa anggota TNI AL yang datang ke lahan sengketa sering melakukan intimidasi.
Menyejahterakan Prajurit
Komandan Pangkalan Angkatan Laut Tanjungbalai Asahan, Letkol Laut Robinson Hendrik Etwiory mengatakan bahwa pihaknya tidak ada kaitan dengan masalah sengketa lahan di sana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-todongkan-senjata.jpg)