Babak Baru Kasus Mafia Tanah, Dino Patti Djalal Senang Dilaporkan Fredy Kusnadi: Satu Dalang Muncul
Babak Baru Kasus Mafia Tanah, Dino Patti Djalal Senang Dilaporkan Fredy Kusnadi: Satu Dalang Muncul
TRIBUN-MEDAN.COM - Babak Baru Kasus Mafia Tanah, Dino Patti Djalal Senang Dilaporkan Fredy Kusnadi: Satu Dalang Muncul
Kasus dugaan mafia tanah yang diungkap mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal memasuki babak baru.
Dino Patti Djalal dilaporkan Fredy Kusnadi ke polisi karena cuitannya di akun Twitternya yang menuding Fredy Kusnadi sebagai dalang mafia tanah.
Seorang kuasa hukum Fredy Kusnadi, Tonin Tachta mengatakan, laporan tersebut dibuat Sabtu kemarin pukul 18.00 WIB.
"Iya kemarin Sabtu jam 18-an," ujar Tonin saat dihubungi melalui pesan singkat, Minggu (14/2/2021).
Tonin kemudian mengirim tanda bukti lapor dengan Laporan Polisi Nomor: LP/860/II/YAN.2.5/2021/SPKT PMK. tertanggal 13 Februari 2021.
Adapun dalam surat laporan tersebut, perkara yang dilaporkan adalah penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media elektronik yang terjadi pada Jumat 12 Feebruari 2021.
Terlapor tertulis Dino Patti Djalal dan korban tertulis Fredy Kusnadi.
Dia juga mengirimkan lampiran cuitan Dino Patti Djalal pada akun Twitter @dinopattidjalal yang diduga memuat perkara penghinaan dan pencemaran nama baik.
Dalam lampiran tangkapan layar ponsel tersebut, Dino Patti Djalal menulis dalang sindikat mafia tanah yang menipu tanah milik ibu Dino adalah seseorang bernama Fredy Kusnady.
"Untuk diketahui, dalang sindikat Fredy Kusnadi juga terlibat dalam upaya penipuan sertifikat minimal 2 rumah ibu saya lainnya, dan bukti-buktinya sangat jelas. Fredy juga bagian dr sejumlah dalang lain dalam komplotan mafia tanah ini." tulis Dino Patti Djalal .
Dino juga menulis ada proses hukum yang janggal dalam perkara mafia tanah yang melibatkan ibunya tersebut.
"Jelas disini ada proses hukum yg tidak benar. Dalang ini pastinya ditangkap atas pengakuan tersangka lain yang siangnya tertangkap OTT, namun anehnya dalanya setelah tertangkap kemudian dilepas polisi sementara 3 kroconya terus ditahan selama 2 bulan." tulis Dino Patti Djalal.
Bagaimana reaksi Dino Patti Djalal setelah dilaporkan Fredy Kusnadi?
Lewan akun twitternya, Dino Patti Djalal mengaku senang dan akan membongkar peran Fredy Kusnadi dalam kasus mafia tanah yang dialaminya.
''Hari ini, salah 1 anggota komplotan mafia tanah FredyKusnadi, yg kabur setelh tertangkap polisi tgl 11 Novmbr 2020, laporkan saya ke polisi atas “pencemaran nama baik”. Alhamdulillah, berarti 1 dalang telah muncul. Mudah2an dalang 2, 3, 4 dstnya akn cepat teridentifikasi,'' tulis Dino Patti Djalal.
''Bagi media yg minta tanggapan sy, sebaiknya lihat posting INSTAGRAM saya @dinopattidjalal MALAM INI sekitar jam 22:00 dimana saya akan beberkan bukti2 peran Fredy dlm komplotan. Saya sekarang lagi makan enak dulu dgn istri. #berantasmafiatanah,'' tulis Dino Patti Djalal.
''Mudah2an dalang2 sindikat mafia tanah ini mulai keringat dingin. Selama ini mereka terlalu kuat, jauh lebih kuat daripada korban mereka. Saya harap polisi berpihak pada korban, pada hukum dan pada rakyat, bukan pada sindikat. #berantasmafiatanah.''
Dalam ciutan sebelumnya, 11 Februari 2021, Dino Patti Djalal mengungkap Fredy Kusnady sudah pernah ditangkap penyidik Polda Metro, 11 November 2020 pukul 9 malam.
Namun malam itu juga sang dalang dibebaskan tanpa proses hukum yang transparan dan jelas. Setelah itu, dalang tersebut kabur dari rumahnya.
''Update MafiaTanah: Ternyata polisi pernah tangkap dalang sindikat tanah a.n. Fredy Kusnadi tgl 11 Novembr 2020 jam 9 malam.
Nmn setlh dibawa ke PoldaMetro, malam itu juga sang dalang dibebaskan tanpa proses hukum yg transparan+jelas. Setelah itu, dalang tsb kabur dr rumahnya,'' tulis Dino Patti Djalal.
Polda Metro Jaya mengaku telah menerima tiga laporan terkait pemalsuan sertifikat rumah orangtua mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan, tiga laporan yang diterima itu mengenai kasus yang sama di lokasi berbeda, yakni Kemang, Pondok Indah, dan Cilacap.
"Ini laporan ada tiga masuk, dengan motif berbeda," ujar Yusri dalam rekaman yang diterima, Rabu (10/2/2021).
Yusri menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku hampir sama, yakni dengan memalsukan sertifikat tanah dan bangunan milik orangtua Dino Patti Djalal.
Pemalsuan berawal saat seseorang berpura-pura menjadi pembeli hingga terjadi proses tawar-menawar untuk rumah yang berada di Pondok Indah, Jakarta Selatan.
"Kemudian dengan meminjam sertifikat dan mengubah identitasnya sesuai nama orang tersebut. Ini masih proses, tersangka sudah kita ketahui identitasnya, kita lakukan pengejaran," kata Yusri.
Yusri menambahkan, kasus kedua untuk sertifikat tanah dan bangunan di wilayah Kemang, Jakarta Selatan, juga memliki modus yang sama.
Komplotan mafia tanah itu juga mengubah identitas sertifikat kepemilikan orangtua Dino Patti Djalal.
Para pelaku itu sudah ditangkap dan menunggu kelengkapan berkas perkara sebelum akhirnya disidangkan.
"Terakhir di daerah Cilacap. Ini juga sama modus juga sama, sertifikat dipalsukan. Sekarang sudah dimiliki orang lain. Sekarang laporan sudah masuk. Kita lakukan penyelidikan," ucap Yusri.
Sebelumnya, Dino Patti Djalal meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran untuk mengusut kasus mafia tanah.
Hal itu diungkapkan Dino Patti Djalal melalui akun resmi Twitter-nya, @dinopattidjalal, Selasa (9/2/2021), setelah ibunya menjadi korban dugaan pencurian sertifikat rumah.
"Sy mohon perhatian Gubernur @aniesbaswedan+Kapolda Metro utk meringkus SEMUA komplotan mafia tanah yg kiprahnya semakin rugikan + resahkan rakyat. Sy juga harap masyarakat agar berani lawan mafia tanah. Para korban mafia tanah agar bersatu melawan mrk #berantasmafiatanah," tulis Dino melalui akun Twitter-nya.
Dalam twit lainnya, Dino Patti Djalal menjelaskan bahwa orangtuanya mengetahui telah menjadi korban mafia tanah setelah sertifikat rumah itu berubah nama kepemilikan.
Ia menilai komplotan itu sudah terencana melakukan aksi pencurian sertifikat rumah tersebut.
"Modus komplotan: mengincar target, membuat KTP palsu, berkolusi dgn broker hitam+notaris bodong, dan pasang figur2 "mirip foto di KTP" yg dibayar utk berperan sbg pemilik KTP palsu. Komplotan ini sudah secara terencana menargetkan sejumlah rumah ibu sy yg sudah tua," kata dia.
Dino menyebutkan bahwa para mafia tanah itu melakukan pencurian dengan mengganti kepemilikan nama yang ada di sertifikat rumah.
"Agar publik waspada : satu lagi rumah keluarga saya dijarah komplotan pencuri sertifikat rumah. Tahu2 sertifikat rumah milik Ibu saya telah beralih nama di BPN padahal tidak ada AJB, tidak ada transaksi bahkan tidak ada pertemuan apapun dgn Ibu saya," tulis Dino.
Dino Patti Djalal menyebutkan bahwa ibunya telah menjadi korban pencurian sertifikat rumah oleh mafia sebanyak lima kali.
"Saya hitung itu yang sudah pasti lima, tapi saya hitung lagi masih ada enggak rumah lain. Tapi yang sudah pasti lima," ujar Dino Patti Djalal.
Dino Patti Djalal menjelaskan, ibunya menjalankan bisnis properti sekitar 30-40 tahun.
Namun, ibunya baru pertama kali menjadi korban mafia tanah itu pada 2019 dan diketahui satu tahun setelahnya.
"Tahun 2019 (kejadian pertama), tapi saya baru tahunya (menjadi korban mafia tanah) tahun 2020 lalu," kata Dino Patti Djalal.
Adapun lima sertifikat rumah yang diganti nama pemiliknya itu memiliki harga jual berbeda karena lokasinya di wilayah Kemang hingga Pondok Indah, Jakarta Selatan.
"Harganya tergantung (wilayah). Ada Rp 15 miliar sampai Rp 30 miliar, lain-lain jumlahnya. Itu rumahnya di Kemang dan di Pondok Indah, kan rumah di sana enggak murah," kata dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "?page=all#page2.
Penulis : Muhammad Isa Bustomi
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dino Patti Djalal Dilaporkan ke Polisi Karena Cuitan Tudingan Aktor Mafia Tanah", Polisi Ungkap Modus Pemalsuan Sertifikat Rumah Ibu Dino Patti Djalal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dino-patti-djalal-senang-dilaporkan-fredy-kusnadi.jpg)