Profil Singkat Ambroncius Nababan, Ketua Relawan Jokowi Sandingkan Foto Natalius Pigai dengan Gorila
Dugaan ujaran kebencian dilakukan Ambroncius Nababan kepada mantan Komisioner Komnas HAM sekaligus tokoh Papua, Natalius Pigai.
TRIBUN-MEDAN.com - Terangkum profil singkat Ambroncius Nababan, Ketua Relawan Pro Jokowi-Maruf Amin.
Ambroncius Nababan ditangkap Bareskrim Polri atas kasus dugaan ujaran kebencian.
Dugaan ujaran kebencian dilakukan Ambroncius Nababan kepada mantan Komisioner Komnas HAM sekaligus tokoh Papua, Natalius Pigai.
Ambroncius Nababan menyandingan foto Natalius Pigai dengan seekor gorila.
Berikut penjelasan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Selasa (26/1/2021).
"Setelah dilakukan gelar perkara, kesimpulannya adalah menaikan status atas nama AN menjadi tersangka. Kemudian tadi setelah status dinaikan menjadi tersangka, tadi sore penyidik Siber Bareskrim Polri menjemput yang bersangkutan," kata Argo.
Argo menuturkan pelaku telah dibawa menuju ke Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai tersangka sejak pukul 18.30 WIB.
Namun, tidak dijelaskan lokasi penjemputan tersangka oleh pihak kepolisian.
"Sekitar tadi jam 18.30 WIB yang bersangkutan dibawa ke Bareskrim Polri. Saat ini jam 19.40 WIB sudah sampai di Bareskrim Polri. Selanjutnya, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap AN sebagai tersangka," ungkapnya.
Ditahan atau tidaknya Ambroncius Nababan masih menunggu hasil pemeriksaan dari penyidik Bareskrim Polri.
Lantas, siapa Ambroncius Nababan?
Berukut Profil Ambroncius Nababan dan Latar belakang Ambroncius Nababan
Profil Ambroncius Nababan
Dikutip dari dct.kpu.go.id, Ambroncius Nababan mempunyai nama lengkap Drs Ambroncius I.M Nababan.
Ambroncius Nababan lahir di Tarutung, Sumatera Utara, pada 5 Juli 1957 (63 tahun).
Ambroncius Nababan mempunyai istri bernama Fransisca Sitompul dan mempunyai satu orang anak.
Ambroncius Nababan dikenal sebagai politikus Partai Hanura dan tercatat tiga kali gagal berturut-turut saat maju menjadi calon anggota DPR RI dari tiga dapil berbeda.
Pada Pilpres 2019 lalu, ia juga menjadi Ketua Ketua Relawan Pro Jokowi-Maruf Amin (Projamin).
Riwayat Pendidikan
- SD Teladan pada (1963-1970)
- SMP Negeri XII pada (1970-1973)
- SMA APIPSU (1979-2988)
- Universitas Sumatera Utara (USU) (1988).
Riwayat Organisasi
- Ketua DPC SOKSI Medan Baru (1997)
- Ketua Baladhika Karya Medan (1998)
- KORDA Sumut Partai Hanura (2009)
- Ketua umum DPP LKTR Hanura (2013)
Riwayat Pekerjaan
- Kepala Sekolah Yayasan Anugra Abadi pada 2003
- Brance Manager PT Capella (1988)
- General Manager PT Indomarine Tech (2012)
- Direktur Utama PT Asrimentris Art 2013)
Karier politik
- Pendiri DPP/DPD/DPC LKTR Hanura di Seluruh Indonesia selama 6 tahun
- Calon anggota legislatif (Caleg) Partai Hanura Dapil Sumatera Utara pada Pileg 2009
- Calon anggota legislatif (Caleg) Partai Hanura Dapil Bali pada Pileg 2014
- Calon anggota legislatif (Caleg) Partai Hanura Dapil Papua pada Pileg 2019
- Ketua Pro Jokowi-Maruf Amin (Projamin)
Sebelumnya Datangi Bareskrim Polri
Diberitakan sebelumnya, Terduga pelaku rasisme Ambroncius Nababan mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/1/2021) malam.
Kedatangannya itu dimaksudkan untuk pemanggilan penyidik terkait kasus rasisme kepada aktivis Papua Natalius Pigai.
Berdasarkan pengamatan Tribunnews di lokasi, Ambroncius yang juga merupakan politikus partai Hanura itu tiba di gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 19.30 WIB. Dia tampak ditemani sejumlah orang di belakangnya.
Tampak pula Ambroncius memakai seragam relawan berwarna merah yang bertuliskan Pro Jokowi- Ma’ruf Amin (Pro Jamin).
Diketahui, terduga pelaku memang merupakan Ketua Umum Relawan dari Pro Jamin pada pilpres 2019 lalu.
Kepada awak media, Ambrocius menyatakan kedatangannya untuk memenuhi pemanggilan penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri.
Dia bilang, pemanggilan tersebut sebagai bukti tanggungjawabnya terkait unggahannya itu.
"Panggilannya hari ini, saya harusnya menghadap dua hari lagi tapi karena kita sebagai apalagi saya sebagai ketum Pro Jamin saya terpanggil untuk sampaikan bahwa saya ini bertanggung jawab saya gak lari dan tidak akan ingkar dari hukum karena saya akan hadapi dengan hati yang tulus," kata Ambrocius di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/1/2021).
Lebih lanjut, ia menyampaikan unggahan itu sejatinya hanya ditujukan kepada Natalius Pigai. Sebaliknya, pihaknya tidak ada maksud untuk masyarakat di Papua.
"Jadi berkembang isunya sebenarnya itu hanya untuk untuk pribadi. Jadi saya dengan pribadi Natalius Pigai. Jadi sekarang sudah mulai berkembang saya melakukan perbuatan rasis. Sebenernya saya bukan rasis. Saya juga diangkat warga Papua. Saya juga sebagai anak Papua. Jadi gak akan mungkin saya melakukan rasis kepada suku Papua apalagi ke NP," ungkapnya.
Namun demikian, pihaknya mengaku siap dan akan kooperatif menjalani proses hukum atas kasus yang menjeratnya tersebut.
"Saya harus hadapi proses hukum ini supaya masyarakat di Papua mengerti dan paham bahwa proses hukum lah yang sebaiknya, kalau nanti siapa yang salah yang itu tergantung proses hukum yang menentukan," pungkasnya.
Postingan media sosial Ambroncius Nababan berbuntut panjang setelah konten itu dinilai mengandung unsur rasis. (Tribun Medan)
Alasan Unggah Konten Rasisme
Ambrocius Nababan mengungkapkan alasan mengunggah konten yang bersifat rasisme kepada aktivis Papua Natalius Pigai.
Dia mengaku kesal dengan Pigai karena kerap mengkritik pemerintah terkait berbagai isu.
Menurutnya, Pigai kerap mengkritik tanpa dasar kepada pemerintah.
"Sebenarnya sudah banyak saya baca tentang Natalius yang selalu menyerang pemerintah, kami Pro Jamin ini adalah profesional jaringan mitra negara. Jadi kami sebagai mitra negara yang resmi diakui oleh Kemenkuham RI. Kami berkewajiban juga untuk sebagai pembantu memantau juga mengawas juga mengawal," kata Ambrocius di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/1/2021).
Ia mengatakan salah satu kritik Natalius yang membuatnya kesal adalah terkait program pemerintah vaksin Sinovac.
Ambrocius bilang, pernyataan kritik yang dilontarkan Natalius bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terkait vaksin Covid-19.
"Artinya orang menolak itu wajar karena namanya hak asasi. Tapi jangan diekspose keluar sehingga menimbulkan provokasi seakan-akan vaksin ini tidak baik vaksin ini berbahaya sehingga kawan-kawan yang dari daerah ini turun ini melaporkan kepada saya 'pak ketum, tadi di daerah itu mendapatkan hambatan masalah vaksin karena ada statemen dari beberapa tokoh di Jakarta," jelasnya.
Atas dasar itu, ia pun marah dan mengunggah konten rasisme yang tidak terpuji tersebut
"Disitulah saya geram gitu ya, marah gitu ya. Kok ada orang yang mengatakan vaksin sinovac itu tidak baik. Sehingga di daerah kendalanya ya itu tadi, banyak yang gak percaya dan ini dampaknya bagi kita, ya pandemi ini akan lama lagi karena banyak orang indonesia yang gak percaya vaksin," pungkasnya.
(*/ tribunmedan.id)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PROFIL Ambroncius Nababan, Ketua Relawan Projomin Tersangka Kasus Dugaan Rasisme pada Natalius Pigai
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kolase-ambroncius-nababan-dan-natalius-pigai.jpg)