SEHARI China Kirim 8 Pesawat Pembom Nuklir 4 Jet Tempur Terobos Zona Udara Taiwan, Tanda Invasi?

REKOR Baru China Kirim 8 Pesawat Pembom Nuklir 4 Jet Tempur Terobos Zona Pertahanan Taiwan, Ada Apa

Editor: Tariden Turnip
CNA
SEHARI China Kirim 8 Pesawat Pembom Nuklir 4 Jet Tempur Terobos Zona Udara Taiwan, Tanda Invasi? Jet tempur F-16 Taiwan bayangi pesawat pembom China H-6K yang mampu membawa senjata nuklir. 

Tahun lalu, selama kunjungan pejabat senior AS ke Taipei, jet tempur China melintasi garis median Selat Taiwan, yang diakui sebagai perbatasan tidak resmi kedua negara.

Pengerahan pesawat pembom dan jet tempur China ke ADIZ Taiwan terjadi hanya beberapa hari setelah Joe Biden menjabat sebagai Presiden AS.

Joe Biden mengundang perwakilan Taiwan (dianggap sebagai Dubes Taiwan untuk Amerika) dalam pelantikan Presiden AS.

AS menyudahi hubungan diplomatik formal dengan Taiwan pada 1979 dan beralih pada pengakuan atas
China, meskipun Washington dituntut oleh hukum negaranya untuk menyediakan sarana untuk Taiwan
mempertahankan diri.

Hsiao Bi Khim, utusan utama Taiwan untuk AS, secara resmi diundang ke pelantikan presiden AS, yang merupakan pertama kali terjadi dalam lebih dari 4 dekade, seperti yang dilansir dari BBC pada Kamis (21/1/2021).

Pesawat pemantau kapal selam China Y-8 yang kerap melanggar ruang udara Taiwan
Pesawat pemantau kapal selam China Y-8 yang kerap melanggar ruang udara Taiwan (MND)

Sebuah video yang dibagikan di media sosial Hsiao, menunjukkan dia berdiri di depan US Capitol menjelang upacara pelantikan Biden.

“Demokrasi adalah bahasa bersama kami dan kebebasan adalah tujuan kami bersama,” kata duta besar de facto Taiwan untuk AS.

Status Taiwan telah lama menjadi masalah pelik dalam hubungan AS-China, karena AS sejauh ini adalah teman terpenting Taiwan.

Kehadiran Hsiao pada pelantikan menandakan bahwa AS dapat terus menunjukkan dukungan kuat untuk Taiwan, meskipun banyak orang Taiwan khawatir bahwa Biden akan mengambil sikap yang kurang konfrontatif terhadap Beijing dibandingkan dengan Trump.

Pada hari sebelumnya, juru bicara kementerian luar negeri China Hua Chunying mengatakan Cui telah diundang, tetapi tidak mengkonfirmasi apakah dia hadir dalam upacara tersebut.

Hua menegaskan kembali posisi China yang menentang interaksi resmi antara Taiwan dan AS.

Sudah menjadi aturan lama yang tidak terucapkan bahwa Beijing dan diplomat top Taipei di Washington tidak menghadiri acara yang sama, karena berbagi panggung dapat dilihat sebagai pengakuan Beijing terhadap Taiwan sebagai negara berdaulat yang merdeka.

Juru bicara Dewan Keamanan Gedung Putih, Emily Horne, menyebut bahwa komitmen AS terhadap Taiwan
sudah teguh dengan kehadiran Hsiao Bi-khim, duta besar de facto Taiwan di Washington, pada upacara
pengambilan sumpah Biden sebagai presiden, Rabu (20/1/2021).

"Presiden Biden akan bersama dengan kawan dan sekutu untuk meningkatkan kemakmuran, keamanan, dan
nilai-nilai bersama di kawasan Asia Pasik, dan itu termasuk Taiwan," kata Horne.

Calon Menteri Luar Negeri AS yang diusulkan Biden, Antony Blinken, sebelumnya menyebut bahwa ia akan
dengan senang hati mendukung hubungan yang lebih luas lagi bagi AS-Taiwan.(taiwannews/focustaiwan)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved