Dr Tirta Sasar Anggota DPR Ribka Tjiptaning Bilang Sok Pahlawan Tolak Vaksin Covid-19, Videonya
Dr Tirta Sasar Ribka Tjiptaning Bilang Sok Pahlawan Tolak Vaksin Covid-19, Videonya
TRIBUN-MEDAN.com - Dr Tirta Sasar Ribka Tjiptaning Bilang Sok Pahlawan Tolak Vaksin Covid-19, Videonya.
//
Influencer dr Tirta Mandira Hudhi ngegas saat membahas penolakan terhadap vaksin Covid-19.
Sebelumnya, Anggota Komisi IX DPR RI, Ribka Tjiptaning mengungkapkan penolakannya terhadap vaksin tersebut.
Terkait hal itu, dr Tirta lantas emosional menanggapi ucapan Ribka Tjiptaning.
Seperti yang diucapkannya dalam acara Rosi Kompas TV, Sabtu (16/1/2021).
Mulanya, dr Tirta menyebut vaksin sangat penting untuk membendung laju pertumbuhan Covid-19.
"Harapannya dengan vaksin ini kita bisa kelar, tahan 15 bulan vaksinasi kelar tapi tetap patuhi protokol terus," terang dr Tirta.
"Kita cepet kelar."
Ia langsung menyinggung nama Ribka Tjiptaning.
Menurut dr Tirta, sebelumnya sempat berdiskusi dengan anggota Komisi IX DPR RI yang lain.
"Terus yang kedua, untuk komennya Bu Ribka," jelas dr Tirta.
"Saya sempat menantang debat terbuka dengan Komisi IX."
"Bu Netty anggota Komisi IX sempat diskusi H-2 sama saya, mendukung."
"Tiba-tiba H-1 lagak sok pahlawan bilang 'Saya anti vaksin'," lanjutnya.
Bahkan, dr Tirta menganggap Ribka Tjiptaning bisa saja dipolisikan.
dr Tirta lantas membahas tiga alasan Ribka Tjiptaning menolak vaksin Covid-19.
"Itu harusnya dipasalkan bisa," terang dr Tirta.
"Dia mengatakan tiga hal yang paling aneh, dia menganggap Sinovac barang enggak bagus, barang rongsokan katanya."
"Padahal PM Singapura pengin beli Sinovac."
Ia menganggap alasan Ribka Tjiptaning menolak vaksin Covid-19 itu tak masuk akal.
dr Tirta bahkan langsung mengungkap sejumlah bantahan.
"Terus dia bilang enggak ada uji keamanan, sudah keluar Biofarma, guru besar yang ngomong," ucap dr Tirta.
"Ketiga bilang bisnis, orang gratis."
"Jadi kalau mau nolak konsisten dari Maret kayak akun konspirasi itu loh."
"Jangan H-1 muncul kayak berlagak sok pahlawan hancurin skema vaksinasi," tandasnya.
Simak videonya berikut ini mulai menit ke-2.14:
Alasan Ribka Tjiptaning Menolak Covid-19 Vaksin Covid-19
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Ribka Tjiptaning menolak divaksin untuk mencegah penularan Virus Corona (Covid-19).
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Selasa (12/1/2021).
Awalnya ia menyoroti kriteria usia penerima vaksin, antara 18 sampai 59.
Baca juga: Soal Ribka Tjiptaning Tolak Vaksinasi, Rocky Gerung: Artinya PDIP Memang Tidak Sepenuhnya Percaya
Menurut Ribka, dirinya sedari awal tidak memenuhi kriteria tersebut, bahkan jika nantinya ada vaksin yang aman digunakan orang lanjut usia (lansia).
"Kalau persoalan vaksin, saya tetap tidak mau divaksin, mau pun sampai yang 63 tahun bisa divaksin."
"Saya sudah 63 nih, mau semua usia boleh tetap (saya tolak)," kata Riba Tjiptaning, dikutip dari Tribunnews.com.
Diketahui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan sanksi denda Rp5 juta bagi warga yang menolak vaksin.
Menanggapi hal itu, Ribka mengaku lebih memilih membayar denda daripada dipaksa menerima vaksin.
Ia beralasan vaksin tahap pertama buatan Sinovac itu belum dapat dipastikan keamanannya.
Sebagai informasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan vaksin buatan Sinovac sudah teruji secara klinis.
"Misalnya saya hidup di DKI, semua anak cucu saya dapat sanksi Rp 5 juta mending saya bayar, saya jual mobil kek," ungkit Ribka.
"Bagaimana orang Bio Farma juga masih bilang belum uji klinis ketiga dan lain-lain," tambah politikus PDIP ini.
Baca juga: KISAH Orangtua Mendonasikan Organ Tubuh Bayinya yang Divonis Mati Otak, Selamatkan Lima Nyawa Lain
Dikutip dari covid19.go.id, BPOM telah mengeluarkan sertifikasi emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Sinovac.
Sertifikasi halal juga sudah dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) berdasarkan fatwa nomor 2 tahun 2021.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.
"Kedua sertifikasi ini telah memenuhi standar medis, sehingga berkhasiat, minim efek samping, dan juga halal," kata Wiku Adisasmito.
Selain itu vaksin Sinovac disebut sudah memenuhi standar medis sesuai keamanan, dosis dan efek sampingnya.
Sertifikasi EUA juga dapat dikeluarkan setelah beberapa syarat terpenuhi, seperti keamanan subjek klinis, data imunogenisitas, dan data efikasi vaksin berdasarkan hasil uji klinis tahap I, tahap II, serta tahap III.
Baca juga: Pertahankan Gelar MMA One Pride Bulan April, Adi Rominto Latihan di Kampung Halaman
Dr Tirta Sasar Anggota DPR Ribka Tjiptaning Bilang Sok Pahlawan Tolak Vaksin Covid-19, Videonya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dr-tirta-sasar-anggota-dpr-ribka-tjiptaning-bilang-sok-pahlawan-tolak-vaksin-covid-19-videonya.jpg)