Nasib Boeing 737, Dulu Dijuluki Pesawat Terlaris, Kini Jadi Pesawat Maut: 189 Korban di Indonesia
Dari kecelakaan Boeing 737 Max sendiri total ada 346 korban jiwa. Separuhnya meninggal dunia sejumlah 189 orang di Indonesia dan sisanya 157 meningga
Chappy menuliskan, dari rentang waktu yang diumumkan oleh pihak Boeing awalnya beberapa bulan untuk memperbaiki produk MAX 8 ternyata perlu total 20 bulan untuk sampai disetujui FAA dan EASA agar terbang lagi.
Dulunya, pesawat ini sudah digadang-gadang sebagai sebuah produk unggulan.
Boeing 737 MAX 8 mendapat julukan the best selling plane dari seri B-737, karena irit bahan bakar.
Lalu Maret 2019 secara resmi FAA dan sejumlah otoritas penerbangan berbagai negara mengandangkan MAX 8 karena 2 kecelakaan fatal di Indonesia dan Ethiopia.
Waktu itu, pesawat sudah diproduksi dan disalurkan ke seluruh operator di berbagai negara, total 387 pesawat sudah dikirim kebanyak negara.
Sedangkan di saat yang sama, pada jalur produksi sudah antri 395 kerangka pesawat (built unit), menunggu giliran masuk final assembly line untuk penyelesaiannya sampai siap test flight.
FAA, badan otoritas penerbangan Amerika Serikat telah mengumumkan secara resmi pada hari Rabu tanggal 18 November 2020 untuk mencabut larangan terbang bagi pesawat B-737 MAX 8.
FAA merilis B-737 MAX 8 untuk terbang lagi setelah dilakukan beberapa perbaikan dan penyempurnaan kualitas produk dari pesawat terbang MAX 8.
Beberapa di antaranya yang dilakukan adalah penyempurnaan software sistem kendali pesawat terbang yang berkait dengan MCAS (Maneuvering Characteristic Augmentation Sysytem) yang telah dituduh sebagai penyebab utama dari kedua kecelakaan yang terjadi.
Di sisi lain diberlakukan ketentuan bagi para pilot sebelum menerbangkan MAX 8 untuk melaksanakan training di simulator terlebih dahulu.
Paket perbaikan dan penyempurnaan prosedur yang telah dilakukan Boeing terhadap MAX 8 telah dinyatakan oleh FAA sebagai aman dan memuaskan.
Otoritas penerbangan Uni Eropa EASA telah pula menyatakan kepuasannya dengan langkah yang telah diambil oleh FAA dan Boeing.
Executive Director EASA dikutip sebagai menyatakan bahwa 737 MAX is safe enough to be certified. Our analysis is showing that this is safe and the level of safety reached is high enough for us.
Intinya adalah bahwa otoritas penerbangan Amerika Serikat dan otoritas penerbangan Uni Eropa sepakat memberikan izin terbang kembali bagi pesawat MAX 8 setelah dilakukan beberapa perbaikan dan penyempurnaan sistem serta beberapa tambahan prosedur standar.
Kasus pesawat MAX 8 ini menjadi sangat menarik karena telah memunculkan ke permukaan sebuah pertanyaan besar terhadap kredibilitas FAA sebagai otoritas penerbangan terpercaya sepanjang sejarah penerbangan global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kronologis-pesawat.jpg)