VIDEO VIRAL Anggota Brimob Ditantang Peserta Aksi 1812, Polisi: Tolong Bubar
VIDEO VIRAL Anggota Brimob Ditantang Peserta Aksi 1812, Polisi: Tolong Bubar
TRIBUN-MEDAN.com - VIDEO VIRAL Anggota Brimob Ditantang Peserta Aksi 1812, Polisi: Tolong Bubar.
Peserta aksi 1812 menangkis tangan Brimob viral di media sosial.
Saat itu juga Brimob tersebut mundur dan bersikap kuda-kuda.
Baca juga: 35 Ucapan Selamat Natal Bahasa Indonesia dan Inggris Silakan Dibagi di Whatsapp, Instagram dan FB
Potongan video anggota Brimob ditantang seorang peserta aksi 1812 viral di media sosial.
Peserta aksi 1812 tersebut mengenakan baju pangsi khas Betawi warna biru.
Video itu terekam kamera Kompas TV.
Saat itu terlihat aparat Kepolisian tengah membubarkan massa aksi 1812 di Jakarta.
Baca juga: Polres Tanjungbalai Apresiasi FKUB Sosialisasikan Kerukunan Beragama kepada Pelajar
Ketika anggota Polisi tengah menyisir massa, peserta lain yang bertahan di sebuah persimpangan.
Anggota Brimob tersebut sudah mengimbau peserta aksi 1812 ini untuk membubarkan diri.
"Tolong bubar, sekali lagu bubar, tidak ada yang berkumpul," kata anggota Brimob tersebut.
Tampak pria bertubuh gempal yang mengenakan baju pangsi itu mengisyaratkan kelompoknya untuk mundur.
Bukan mundur, kelompok ini justru membaca Shalawat di hadapan aparat.
Aparat kemudian membuat barikade.
Satu anggota Brimob kemudian maju menghampiri pria berbaju pangsi biru.
Ia menarik kain yang melingkar di leher pria berbaju pangsi.
Sontak pria berbaju pangsi biru ini menangkis tangan Brimob.
Saat itu juga Brimob tersebut mundur dan bersikap kuda-kuda.
Brimob ditantang peserta aksi 1812 berbaju biru (Youtube Kompas TV)
Pun begitu pria berbaju pangsi.
Namun sejumlah peserta 1812 lainnya justru berteriak menunjuk anggota Brimob tersebut.
Tak berselang lama kisruh pun tak terhindarkan.
Peserta aksi 1812 kemudian mundur ke dalam sebuah gang.
Tonton videonya mulai 1.00.54
TNI-Polri beserta Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta pukul mundur massa aksi 1812 dari kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Jumat (18/12/2020) sore.
Aparat gabungan membubarkan mereka lantaran berkerumunan.
Ditambah mereka juga enggan melakukan rapid test Covid-19 yang telah disediakan gratis pihak aparat.
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, massa aksi 1812 berlari ke tiga arah.
Diantaranya ke Jalan Abdul Muis, Jalan KH Wahid Hasyim, dan Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.
Beberapa orang peserta aksi pun diamankan lantaran diduga melakukan provokasi.
"Ada 91 orang yang diamankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada TribunJakarta.com, di Jalan Medan Merdeka Timur, Jumat (18/12/2020).
2 Pria Mau Aksi 1812 Bawa Senjata Tajam
MZ, satu dari dua orang yang diamankan karena membawa senjata tajam saat penyekatan massa Aksi 1812 di Jalan Yos Sudarso, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (18/12/2020), mengaku sebagai simpatisan FPI.
Kepada petugas, MZ mengatakan senjata tajam berupa golok yang dibawanya itu sebagai upaya antisipasi dari tindak kejahatan jalanan ketika mengikuti Aksi 1812.
MZ mengaku golok yang dibelinya dari pasar tersebut sengaja dibawa dari rumah saat hendak mengikuti Aksi 1812 di depan Istana Negara, Jakarta Pusat.
"Ini buat jaga doang pak di sana, kalau ada yang rusuh," ucap MZ, di lokasi.
Warga Lagoa, Kecamatan Koja tersebut mengaku keinginan bergabung dengan massa lainnya untuk ikut dalam Aksi 1812 murni keinginan pribadi.
"Mau sendiri pak, mau ikut aja, ikut pengamanan. Takut ada maling," kata pemuda pengangguran itu.
Pada kesempatan itu, MZ yang menggunakan pakaian ala jawara tersebut juga membawa sebuah bendera FPI dan perguruan silat yang dipasangkan di sebilah bambu.
Di lengan kanannya ada atribut yang dipasang bahwa dirinya melakukan pengamanan saat aksi yang dilaksanakan di kawasan Monas beberapa waktu lalu.
"Ini (tanda di lengan kanan) pas waktu itu tugas pak. Bukan (anggota FPI) pak, ini (bendera FPI) beli pak. Simpatisan saja," ungkapnya.
Selanjutnya oleh petugas, MZ bersama yang lain didata dan diwajibkan untuk menjalani tes rapid sebagai pencegahan penyebaran Covid-19, lalu dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Utara.
Sementara pria yang duduk di belakang MF (25), diamankan beserta bendera ormas yang dibawanya.
Setelah diperiksa, ujung bambu yang digunakan untuk mengaitkan bendera sudah diruncingkan.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Sudjarwoko mengatakan, kedua pria tersebut langsung diamankan ke Pos Pengamanan Traffic Light Coca Cola.
"Kita amankan dua orang membawa senjata tajam. Yang satunya badik, yang satunya bambu yang ujungnya dipertajam. Bisa dikategorikan itu senjata tajam," kata Sudjarwoko di lokasi.
Sejak pagi tadi polisi bekerjasama dengan TNI sudah menyekat titik-titik di wilayah Jakarta Utara yang menjadi akses pergerakan massa Aksi 1812 ke Monas.
Tujuannya ialah untuk mengantisipasi massa yang membawa barang-barang membahayakan, seperti contohnya senjata tajam yang dibawa MZ dan MF.
"Kita akan terus melakukan penyekatan-penyekatan di sini, terutama mereka-mereka yang akan berangkat," tegas Kapolres.
Baca juga: 35 Ucapan Selamat Natal Bahasa Indonesia dan Inggris Silakan Dibagi di Whatsapp, Instagram dan FB
Adapun total personel gabungan TNI-Polri yang dikerahkan di Jalan Yos Sudarso mencapai 75 anggota.
Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Video Peserta Aksi 1812 Tepis Tangan Brimob, Sempat Bersitegang Saat Saling Pasang Kuda-kuda
Tribunjakarta.com dengan judul 2 Pria Mau Aksi 1812 di Monas Bawa Senjata Tajam, Terciduk di Jalan Yos Sudarso Jakarta Utara,
VIDEO VIRAL Anggota Brimob Ditantang Peserta Aksi 1812, Polisi: Tolong Bubar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/video-viral-anggota-brimob-ditantang-peserta-aksi-1812-polisi-tolong-bubar.jpg)