Matahari Baru Ciptaan China 15 Juta Derajat Celsius Bakal Dikomersilkan, Bereaktor Fusi Nuklir

Tekhnologi China semakin berkembang, teranyar China merancang pembuatan matahari buatan.Seperti apa eksperimental China?

Editor: Salomo Tarigan
ilustrasi matahari/NASA
Matahari Baru Ciptaan China 15 Juta Derajat Celsius Bakal Dikomersilkan 

ITER merupakan proyek penelitian fusi nuklir terbesar di dunia yang berbasis di Perancis, yang diharapkan akan selesai pada 2025.

Fusi nuklir yang diteliti melalui ITER yakni menggabungkan inti atom untuk menciptakan energi dalam jumlah besar.

Mekanisme fusi nuklir tersebut berkebalikan dari proses fisi nuklir yang digunakan dalam senjata atom dan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Tidak seperti fisi, fusi tidak mengeluarkan gas rumah kaca dan mengurangi risiko kecelakaan atau pencurian bahan atom.

Tetapi untuk mencapai fusi sangatlah sulit dan sangat mahal, ITER sendiri diperkirakan menelan anggaran sebesar 22,5 miliar dollar AS (Rp 318 triliun).

Komersialkan Matahari Buatan 2050

China membuat langkah maju dalam pencarian energi bersih setelah berhasil mengoperasikan fasilitas penelitian reaktor fusi nuklir generasi baru miliknya HL-2M Tokamak, pada Jumat (07/12/20).

Melansir South China Morning Post, China National Nuclear Corporation (CNNC) mengatakan perangkat HL-2M Tokamak mampu beroperasi pada suhu 150 juta derajat Celcius, atau setara 10 kali lebih panas dari matahari.

Energi yang dihasilkan hampir tiga kali lebih panas dari versi sebelumnya yang disebut HL-2A. Sementara Matahari hanya beroperasi pada suhu 15 juta derajat Celcius.

Kemampuannya mereplikasi cara matahari menghasilkan energi dengan menggunakan gas hidrogen dan deuterium sebagai bahan bakar tersebut, membuat reaktor fusi itu dijuluki ‘matahari buatan’.

Personel teknis memeriksa perangkat fusi nuklir HL-2M China, yang dikenal sebagai matahari buatan, di laboratorium penelitian di Chengdu, Provinsi Sichuan, China, pada Jumat (4/12/2020). China berhasil menyalakan matahari buatan untuk pertama kalinya, menandai kemajuan besar dalam kemampuan penelitian tenaga nuklir negara itu.
Personel teknis memeriksa perangkat fusi nuklir HL-2M China, yang dikenal sebagai matahari buatan, di laboratorium penelitian di Chengdu, Provinsi Sichuan, China, pada Jumat (4/12/2020). China berhasil menyalakan matahari buatan untuk pertama kalinya, menandai kemajuan besar dalam kemampuan penelitian tenaga nuklir negara itu. (STR/AFP)

“HL-2M adalah matahari buatan terbesar di China dengan parameter terbaik,” ujar Xu Min, Direktur Institute of Fusion Science CNNC di The Southwest Institute of Physics CNNC seperti dikutip oleh Xinhua pada Jumat (04/12/20).

Kepala insinyur Institut tersebut, Yang Qingwei juga mengatakan bahwa HL-2M dapat mencapai waktu pengurungan plasma magnetik hingga 10 detik.

Fasilitas baru ini juga memiliki volume plasma tiga kali lipat dan intensitas arus plasma enam kali lipat dibandingkan dengan HL-2A.

Reaktor fusi nuklir buatan China yag disebut Matahari Buatan Reaktor fusi nuklir buatan China yag disebut Matahari Buatan

CNNC sebagai pengawas proyek tersebut menilai kemampuan tersebut secara substansial akan meningkatkan penelitian dan pengembangan teknologi generator fusi di China.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved