Fakta-fakta Tewasnya 6 Pengikut Habib Rizieq: Kenapa CCTV di TKP Penembakan Rusak? Respons FPI
Ia mengatakan anggotanya terbiasa melakukan tugas pengawalan dengan tangan kosong dan tidak memiliki akses terhadap senjata api.
Oknum A: Silver, silver Mobilio, pelat belakangnya POI, ada depan kita nih Bang Odon
Oknum B: Suruh bikin sayap jangan satu jalur, bikin sayap kanan kiri
Oknum C: Monitor Bang Odon, KJD sebelah kiri ane lagi pantau ya, ane di depan dikit oke, KJD mobil kedua
Baca juga: Sakit Hati Ditinggal Nikah, Wanita Ini Kacaukan Malam Pertama, Tindakannya Kejam ke Mempelai Wanita
Oknum A: Chevrolet maju
Oknum C: Dimana Ti posisinya, posisi
Oknum A: Ada Avanza hitam tubruk saja pelat nomor yang tadi
Oknum C: KJD juga ikutin Don dari tadi siang, KJD yang kita uber itu yang itu sudah tiga hari dari Manggarai infonya
Oknum A: Udah tubruk aja kalau ketemu, langsung tubruk saja, hati-hati di belakang dia
Oknum B. Pokoknya stand by saja, Xpander ngikutin nih
Oknum A: Waspada, waspada, pantau aja dulu, jangan ambil tindakan, nanti bila situasi sudah urgent baru ambil tindakan, nunggu komando
Oknum B: Siap yang penting waspada
Oknum C: Totalnya ada 3 mobil lebih, yang udah kebaca POI, PQI, yang 2 udah digambar di perumahan 1739 Avansa item ngikut kita
Oknum A: Pantau.. pepet terus, kalau bisa pelanin aja mobilnya.
Akhirnya FPI beri keterangan
Ada Kirim Voice Note Rintihan
Sekertaris Umum FPI Munarman membeberkan keraguannya terkait penyebab tewasnya enam pengikut Habib Rizieq Shihab.
Munarman mengaku setelah mendapatkan kabar terkait tewasnya keenam orang tersebut, langsung mendatangi lokasi kejadian.
Namun ia tidak menemukan adanya jasad dan mobil milik Laskar FPI.
Hal tersebut diurai Munarman saat konfrensi pers di Markas DPP FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2020).
"Semalam saya sendiri mengecek sampai jam tiga sudah mengecek teman-teman di lapangan tidak ada jenazah di situ, tidak ada keramaian di situ, yang ada justru petugas aparat setempat yang ada di lokasi pintu tol Karawang Timur," ujar Munarman.
"Begitu saya mendengar ada laskar kita yang ditembak kita suruh cek ke pintu Tol Karawang Timur ternyata tidak ada mobil laskar,"
"Mobil laskar tidak ada, jenazah tidak ada,"
"Kalau itu tembak menembak dan tewas di tempat pasti ada jenazah di situ,"
"Pasti membutuhkan proses lama untuk evakuasi tetapi ini tidak ada," imbuhnya.
Berdasarkan hal tersebut, ia menduga, tidak ada tembak-menembak antara oknum aparat dengan enam orang tersebut.
Munarman menilai keenam orang itu dihabisi di lokasi lain.
"Itu membuktikan bahwa mereka dibunuh dan dibantai. Kalau sejak awal tembak-menembak itu berarti tewasnya di tempat," ucap Munarman.
Ia kemudian mengaku sempat mendapatkan kiriman pesan suara dari salah satu korban tewas.
Munarman menyebut pesan suara berisi rintihan kesakitan pengikut Habib Rizieq.
Baca juga: FPI Bantah Serang Polisi, Terungkap Rekaman Suara Diduga Laskar FPI Perintahkan Penyerangan Polisi
"Perlu diketahui salah satu laskar mengirimkan voice note rintihan dari salah satu laskar uang ditembak," kata Munarman.
"Setelah voice note terkirimkan tidak ada lagi hape dari laskar enam orang itu yang aktif kita hubungi," imbuhnya.
(Tribunnews.com/Maliana/Gita Irawan, Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo)
Artikel ini sudah tayang di Tribunnews dengan judul : FAKTA Tewasnya 6 Laskar FPI: CCTV di Sekitar Lokasi Rusak hingga Beredar Rekaman Suara Penyerangan dan Tribun Jakarta dengan judul : Ragu 6 Pengikut Habib Rizieq Tewas Tertembak, FPI Ngaku Sempat Dikirim Voice Note Suara Merintih
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/6-laskar-fpi-tewas-1.jpg)