Update Banjir Bandang Kota Medan

Kepala BPBD Terjun Langsung Bersihkan Lumpur di Rumah Warga di Tanjung Selamat Medan

Dikatakannya, saat ini petugas memfokuskan pembersihan terhadap rumah - rumah yang masih bisa dipakai.

TRIBUN MEDAN/VICTORY
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis turun langsung membersihkan rumah warga pascabanjir di Perumahan De Flamboyan Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan, Sabtu (5/12/2020) sore. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis turun langsung membersihkan rumah warga pascabanjir di Perumahan De Flamboyan Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan, Sabtu (5/12/2020) sore.

Amatan tribunmedan.id, Riadil yang menggunakan peralatan sepatu boot tampak baju dan celananya sudah penuh dengan lumpur.

Dirinya turun langsung membersihkan salah satu rumah warga yang telah terendam lumpur.

"Kami dari BPBD turun semua, dibantu dari TNI, PMI beserta masyarakat bersama-sama membersihkan lokasi, " ungkapnya kepada tribunmedan.id di lokasi.

Dikatakannya, saat ini petugas memfokuskan pembersihan terhadap rumah - rumah yang masih bisa dipakai.

"Kita lihat banyak rumah yang hancur. Untuk saat ini yang kita tangani rumah - rumah yang bisa dipakai. Pembersihan yang dilakukan berupa mengeluarkan lumpur - lumpur beserta sampah yang memasuki rumah," ungkapnya.

Baca juga: Jeritan Hati Istri Korban Banjir Tanjung Selamat, Evawaty Berharap Suami Ditemukan Selamat

Dikatakan Riadil, pihaknya akan segera memperbaiki infrastruktur yaitu tanggul yang jebol sepanjang 50 meter di Sungai Belawan tersebut.

"Ya nanti infrastrukturnya akan di perbaiki pascabencana. Perbaikan tanggul yang jebol ada dibelakang sana kami lihat ada dua titik, juga sedang di perbaiki Dinas PU. Tanggul yang jebol sepanjang 50 meter," tuturnya.

Riadil menambahkan, untuk rumah yang sudah selesai dibersihkan dan diperbaiki, masyarakat sudah bisa kembali, khususnya untuk laki-laki. 

"Kalau keluarga masih ada anak-anak atau ibu-ibu, itu kita sarankan ke pengungsian. Tempat pengungsian kita ada dua, pertama di Balai Desa, kemudian juga di Arhanud. Tetapi tetap mengedepankan protokol kesehatan," pungkasnya.(vic/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved