NGERINYA Banjir di Tanjung Selamat, Mobil sampai Nyangkut di Pagar, Ini Foto-Foto Mobil Terendam
Tak sedikit kendaraan bermotor milik warga terendam banjir dan terseret arus. Bahkan ada mobil yang tersereta arus banjir dan tersangkut di pagar.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ratusan rumah terendam banjir di Komplek Perumahan De Flamboyan, Kecamatan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Medan, Jumat (4/12/2020).
Amatan tribunmedan.id, sekitar pukul 17.30 WIB, ratusan rumah tersebut tampak dipenuhi lumpur setinggi betis orang dewasa.
Selain itu, tak sedikit kendaraan bermotor milik warga terendam banjir dan terseret arus.
Bahkan ada mobil yang tersereta arus banjir dan tersangkut di pagar rumah.
Sejumlah warga meminta bantuan personel TNI untuk mengevakuasi mobil mereka.
Sementara puluhan warga tampak mendorong sepeda motor mereka yang mogok ke luar dari rumah.
Seorang saksi mata ditemui di lokasi, Nora Sagala (20) mengatakan dirinya terjebak banjir saat bertamu ke rumah kerabatnya.
Ia mengatakan, semula hujan yang turun masih gerimis, namun menjelang malam saat dia hendak beranjak, air mulai naik hingga menggenangi lantai satu rumah kerabatnya.
"Awalnya masih gerimis, pas saya mau berangkat sama yang punya rumah, sudah gak berani karena banjir sudah naik," kata Nora, Jumat (4/12/2020).
Dijelaskan Nora, saat itu tiba-tiba air naik dan masuk ke rumah. Dia bersama pemilik rumah langsung menuju ke lantai dua.
Sementara mobil warna kuning milik Nora dan mobil milik kerabatnya tenggelam dan tidak dapat diselamatkan.
"Semua sudah terendam dan gak ada yang bisa diselamatkan. Kalau kerugian saya hanya mobil merek Agya," sambil menunjuk mobil yang tengah diderek itu.
Atas kejadian tersebut, Nora berharap tidak terulang lagi.
Dia mengharapkan pemimpin ke depan dapat mengatasi persoalan banjir hingga tidak mengakibatkan korban.
Nora juga mendoakan seluruh warga yang terdampak diberikan kesehatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
"Semoga ini untuk terakhir kalinya kejadian di sini. Semoga juga warga komplek sini baik-baik saja dan selamat, yang penting diri udah selamat, kalau harta bisa dicari," pungkasnya.
Lima Orang Meninggal
Ddata sementara, jumlah korban jiwa di kawasan Tanjung Selamat tercatat lima orang. Jasad kelima korban itu telah berhasil dievakuasi petugas dan warga.
Sejumlah korban lainnya dilaporkan hanyut dan belum berhasil ditemukan sampai Jumat petang.
Diberitakan Tribun-Medan.com sebelumnya, satu lagi korban banjir ditemukan tewas di Komplek Perumahan De Flamboyan.
Korban ditemukan oleh warga. Namun belum diketahui pasti identitas korban.
Camat Sunggal, Deliserdang Ismail menyebutkan bahwa total sudah ada 5 warga yang ditemukan meninggal.
"Sudah 5 warga ditemukan meninggal dunia, korban pertama ditemukan 03.00 WIB, sedangkan lainnya pagi tadi 08.00 WIB - 10.00 WIB," tuturnya di Posko Evakuasi Kantor Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.
Ia menuturkan jenazah korban banjir sudah dibawa ke RS Bina Kasih.
Ismail menambahkan saat ini di lapangan sedang dilakukan pembersihan lokasi rumah-rumah dibantu oleh anggota TNI dan pihak-pihak swasta.
"Kalau di Tanjung Selamat itu ada 200 rumah tapi yang terdampak sekitar 140 rumah. Untuk korban luka-luka tidak ada, hanya syok, lemas tapi sudah ditangani tim medis," tutupnya.
Sebelumnya, korban tewas akibat banjir di Komplek Perumahan De Flamboyan, Desa Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Medan, ditemukan sekitar pukul 12.30 WIB.
Korban berjenis kelamin perempuan diperkirakan berumur 15 tahun yang ditemukan di bawah jembatan sungai tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar.
Informasi yang dihimpun tribunmedan.id, korban tersebut bernama Dwi.
Terlihat jenazah sudah kaku dengan mengenakan pakaian yang lengkap.
Warga membawa korban ke daratan dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah berwarna kuning.
Pengakuan warga yang menemukan, Hidayat menyebutkan bahwa dirinya bersama warga yang lain melihat korban hanyut
"Karena kami lihat banjir nyebaranglah kami ke sawit-sawit jumpa mayat. Yang kami jumpai satu, jenis kelamin perempuan," tuturnya saat diwawancarai di lokasi.
Ia menyebutkan bahwa dirinya melihat dua mayat yang mengambang, namun hanya satu yang dapat diselamatkan.
"Sempat terlihat dua, tapi satu lagi enggak dapat," cetus Hidayat.
Dua korban meninggal lainnya ditemukan tim Basarnas pada Jumat (4/12/2020) pagi.
Amatan tribunmedan.id, sekitar pukul 06.20 WIB, petugas Basarnas Medan menemukan sesosok mayat wanita berusia 30-an tahun berkerudung hitam dengan baju lengan panjang merah.
Posisi korban berada di dekat aliran Sungai Pantai Bokek.
Tak lama berselang, petugas melihat lagi sesosok mayat pria 20-an tahun yang sudah meninggal dalam kondisi tegang mengenakan jaket kuning dan jelana jeans.
Pria tersebut dikenali identitasnya bernama Heka.
Sekitar pukul 03.00 WIB, seorang pria ditemukan meninggal dunia di Perumahan Griya Nusa III Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Medan.
Korban dibawa dengan perahu karet dari dalam perumahan yang airnya sudah mulai surut.
Korban diperkirakan berumur 50 tahun dengan bertubuh gempal. Terlihat wanita berdaster kuning yang ada di samping korban histeris dan meraung-raung memeluk korban.
"Pak kenapa kau tinggalkan aku pak," teriaknya.
Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi juga terlihat ikut mengevakuasi jenazah menuju ambulans.
Informasi dari salah satu petugas Basarnas bahwa mayat ditemukan di Komplek D5.
Hingga saat ini tim Basarnas Medan masih melakukan pencarian terhadap korban jiwa.
Kepala Kantor SAR Medan Toto Mulyono menyebutkan bahwa awalnya tim evakuasi kesulitan untuk menembus ke lokasi banjir karena ketinggian air.
"TIM pada saat awal menerima informasi pada 00.20 WIB, memang ketinggian sangat tinggi bahkan di jalan raya saja sudah satu meter. Ketinggian di dalam lokasi banjir hingga 4 sampai 6 meter. Sampai ke lokasi kita harus pakai perahu rafting Basarnas, Polri dan Arhanud," tuturnya.
Ia mengakui bahwa tim evakuasi kurang menguasai lokasi banjir sehingga rawan.
"Menjangkau ke lokasi agak sulit, tim tidak menguasai medan. Risiko rafting sangat rentan," tuturnya.
Hisar menuturkan perkiraan ada total 500 keluarga yang terkena bencana ini.
"Ini di Perumahan De Flamboyan, taffsiran 500 KK, karena dari 1 jam yang lalu enggak ada berhentinya telepon saudara-saudara dari luar Medan juga. Diprediksi 500 KK, perumahan itu aja," tuturnya.
Ia menerangkan bahwa penyebab banjir ini karena tanggul yang jebol di Sungai Tanjung Selamat aliran Sungai Belawan.
"Ini akibat tanggul jebol di Sungai Belawan alirannya. Dua tahun lalu udah pernah jebol cuma ini beda karena setiap telfon itu seluruh yang kena dampak itu minta tolong," tuturnya.
Saat ini ia menjelaskan tim Basarnas masih mengevakuasi warga. Dan hingga saat ini belum ada korban jiwa.
"Sementara belum ada info korban jiwa, katanya ketinggian air 2 meter. Saya dapatkan langsung dari tim 2-3 meter tinggi airnya. Saat ini warga semua mengungsi, masih proses evakuasi. Sudah ada yang naik ke atap. Sementara negatif korban jiwa," pungkas Hisar.
(vic/tribunmedan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mobil-tersangkut-di-pagar-rumah-warga-akibat-banjir.jpg)