Breaking News

Taiwan Resmi Larang TKI Masuk ke Negaranya, Ada 85 Pekerja Terinfeksi Covid-19

Pekerja migran Indonesia (PMI) ada yang terdeteksi positif Covid-19. Saat ini Taiwan melakukan pelarangan bagi TKI untuk masuk ke negaranya

Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN/HO/Pemerintah Desa Silo Baru
Sebanyak 20 TKI ilegal dari Malaysia yang kedapatan masuk ke Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut, Asahan dengan berjalan kaki pada Selasa (19/5/2020) sekitar pukul 20.15 WIB. Sebelumnya para TKI ilegal itu masuk melalui jalur tikus atau hutan bakau tak jauh dari Desa Silo Baru. 

TRIBUN-MEDAN.com,JAKARTA-Pada 30 November 2020 kemarin pemerintah Taiwan sempat membatasi jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI)  yang masuk ke negaranya.

Tapi sekarang, karena ada peningkatan TKI positif Covid-19, Taiwan mengambil kebijakan lebih ketat lagi, yakni melarang seluruh TKI masuk ke negaranya.

Kebijakan ini mulai berlaku 2 Desember 2020.

Baca juga: Lanal Tanjungbalai Asahan Amankan 17 TKI Ilegal dari Malaysia

"Sudah dihentikan sementara PMI (Pekerja Migran Indonesia) ke Taiwan.

Dua minggu ya, terhitung 4-17 Desember 2020,” kata Kepala Bidang Tenaga Kerja Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Purwanti Uta Djara, Rabu (2/12/2020).

Berdasarkan informasi dari KDEI, sebanyak 85 pekerja migran Indonesia (PMI) yang ditempatkan di Taiwan terkonfirmasi  positif corona.

KDEI memastikan, keputusan ini tidak permanen.

Pemerintah Taiwan memastikan bakal meninjau kembali keputusan tersebut usai larangan dua minggu dilakukan.

Baca juga: Amerika Kembali Kirimkan Pasukan Militer ke Laut China Selatan, Jenderal AL AS Diam-diam ke Taiwan

Sementara itu, Kepala BP2MI Benny Rhamdani menanggapi  serius pelarangan masuk bagi PMI itu tersebut.

Ia langsung melakukan pertemuan dengan TETO, perwakilan otoritas Taiwan di Indonesia untuk mendapatkan klarifikasi.

”85 PMI yang terkonfirmasi positif di Taiwan merupakan masalah serius, sehingga kami langsung mengundang TETO untuk rapat dan akan memanggil 14 perusahaan yang mengirim PMI positif tersebut,” kata Benny dalam konferensi pers virtual.

Dia mengatakan, dari 85 TKI yang terkonfirmasi positif, 13 di antaranya sudah dinyatakan pulih. Sementara itu, 72 lainnya masih dalam perawatan.

Baca juga: Setelah Jet Tempur F-16 Taiwan Hilang Pilotnya Belum Ditemukan, Kini Giliran Teknisinya Bunuh Diri

Benny mengatakan, 85 PMI yang dinyatakan positif itu berasal dari berbagai perusahan penyalir TKI, di mana terdapat 14 perusahaan yang ditunda pelayanannya oleh Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan pada  Selasa (1/12/2020) dikarenakan adanya klaster positif Covid-19 dari 14 perusahaan dimaksud.

Benny mengatakan, penundaan tidak otomatis dibuka oleh Taiwan saat 17 Desember.

Otoritas Taiwan melalui TETO akan menginformasikan lebih lanjut soal penerimaan PMI ke Taiwan pada tanggal 17 desember 2020.

”Khusus bagi ke 14 P3MI, hanya bisa menempatkan kembali PMI ke Taiwan jika telah mendapatkan rekomendasi dari kemenkes/ BP2mi dan mendapatkan persetujuan dari CDC Taiwan,” kata Benny

Baca juga: DONALD TRUMP Populer di Taiwan ketimbang Joe Biden, Taiwan Takut Ditinggal AS Hadapi China

Dalam pertemuan dengan TETO, Benny menyampaikan pada perwakilan Taiwan di Indonesia tersebut bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah berkeinginan atau berharap adanya PMI yang positif Covid-19 saat ditempatkan di Taiwan.

Ia menegaskan pemerintah Indonesia menerapkan prinsip bahwa setiap perlindungan warga negara adalah hal tertinggi yang harus dijaga.

Pada TETO, Benny berharap  agar apa yang menjadi keputusan otoritas Taiwan tidak dipolitisasi.

Indonesia juga akan melihat apakah keputusan ini juga diberlakukan bagi negara lain yang menempatkan tenaga kerjanya di Taiwan.

Baca juga: Kapal Tongkang yang Ditumpangi Puluhan TKI Ilegal Nyaris Tenggelam di Leidong

”Saya sampaikan, mudah-mudahan apa yang menjadi keputusan Taiwan adalah keputusan medis bukan keputusan politis,” tegasnya.

Taiwan merupakan rumah bagi 250 ribu pekerja migran asal Indonesia.

Larangan TKI masuk diambil karena Taiwan sudah sejak April 2020 tidak ada kasus penularan lokal.

Namun, masalah penularan virus corona muncul dari warga-warga asing termasuk Indonesia  yang datang ke Taiwan.(tribun network/ras/dod)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved